Jelang Imlek 2026, ratusan lampion hiasi vihara di Jayapura

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Jia Gwee, yang jatuh pada 17 Ferbruari 2026 mendatang. Rumah ibadah umat Buddha di Skyland Jayapura mulai dihiasi ratusan lampion, Selasa (10/2/2026).

Update: 2026-02-10 08:50 GMT

Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Jia Gwee, yang jatuh pada 17 Ferbruari 2026 mendatang. Rumah ibadah umat Buddha di Skyland Jayapura mulai dihiasi ratusan lampion, Selasa (10/2/2026).

Sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya juga mulai dilaksanakan di wilayah Kota Jayapura dan juga pembagian bantuan sembako dan lainnya. Pelaksanaan ibadah maupun pertunjukan barongsai, serta pemasangan ratusan lampion akan menjadi daya tarik utama bagi umat dan masyarakat yang hadir.

Ketua Yayasan Budha Darma Jayapura, Teddy Wadianto mengatakan, perayaan Imlek tahun ini adalah tahun Kuda dengan unsur api yang memiliki energi sangat besar dan kuat. Rangkaian kegiatan Imlek dimulai pada 16 Pebruari 2026 malam di mana semua warga Tionghoa yang ada di Jayapura akan berdoa mengucap syukur pada Tahun Baru Imlek tersebut.

“Kita di Vihara akan ada rangkaian berdoa bersama. Tahun ini adalah tahun kuda, unsur kuda yang penuh semangat dipadukan dengan api yang panas diyakini membawa gairah, kekuatan, serta dinamika kehidupan yang tinggi bagi umat yang merayakannya,” ujar Teddy Wardianto.

Ia menjelaskan, perayaan Imlek seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak malam tanggal 16 Februari sudah dibuka untuk umat yang ingin berdoa syukur. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas perjalanan hidup yang baik, kelancaran rezeki, serta kesehatan yang telah diterima.

“Menjelang perayaan, panitia telah memasang sekitar dua ratus lampion di area Vihara sebagai simbol penerangan dan harapan. Lampion ini dipasang selama 15 hari dan akan di hari dengan perayaan lotong cap go meh," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (10/2).

Elshinta Peduli

Teddy Wadianto menyampaikan, bahwa Imlek pada dasarnya merupakan hari besar keluarga bagi masyarakat Tionghoa yang sarat dengan makna kebersamaan. Imlek juga dimaknai sebagai penyambutan musim semi, masa baru setelah musim dingin berlalu, sekaligus momentum untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan keluarga.

Ia berharap kedepan kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya di Papua akan lebih baik lagi. Dan sebagai warga negara yang baik akan membantu masyarakat yang membutuhkan seperti ke panti asuhan dan lainnya.

Teddy menambahkan pada tanggal 1 Maret 2026, pihaknya juga akan melakukan pelepasan Lampion terbang sebanyak 100 buah, untuk itu bagi warga Jayapura yang ingin menyaksikan bisa langsung ke Vihara.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News