Tradisi Dandangan 2026 resmi dibuka, transaksi diperkirakan Rp17 miliar

Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah resmi membuka kegiatan tradisi masyarakat Kudus menyambut datangnya bulan Ramadan (Dandangan), Senin, (9/2) petang di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh.

Update: 2026-02-10 07:40 GMT

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah resmi membuka kegiatan tradisi masyarakat Kudus menyambut datangnya bulan Ramadan (Dandangan), Senin, (9/2) petang di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh. Kegiatan ini sebagai ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. Tradisi ini digelar selama 10 hari hingga menjelang diumumkan penetapan 1 ramadan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyatakan, tradisi Dandangan tidak hanya dimaksudkan untuk melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat Kudus. Sebab, dari kegiatan ini akan ada perputaran uang sebesar Rp17 miliar melalui transaksi penjualan maupun parkir dan sebagainya.

"Pelaksanaan Dandangan tahun 2026 ini bertujuan untuk melestarikan tradisi sekaligus menggerakkan perekonomian di Kabupaten Kudus melalui ajang promosi, perputaran uang, dan ekspansi pasar bagi pedagang, pasar, pengusaha, serta PKL,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (10/2).

Dijelaskan, Dandangan tahun ini melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai sektor. Pemerintah daerah telah menyiapkan 527 stand utama bagi para pedagang UMKM dan PKL, serta menampung sekitar 450 pedagang kaki lima di luar stand utama.

"Peserta Dandangan meliputi pedagang UMKM dan PKL yang telah kami fasilitasi. Selain 527 stand utama, ada sekitar 450 PKL di luar stand yang turut meramaikan kegiatan ini,” terang Eko.

Eko mengungkapkan optimisme terhadap capaian ekonomi Dandangan tahun ini. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, perputaran uang selama 10 hari pelaksanaan pada 2025 mencapai sekitar Rp16,5 miliar. Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan angka yang lebih tinggi.

Elshinta Peduli

Tahun 2025 perputaran uang selama 10 hari mencapai sekitar Rp16,5 miliar. Tahun 2026 ini, dengan melihat antusiasme masyarakat, kami menargetkan perputaran uang mencapai Rp17 miliar. "Bahkan, melihat dua malam saat ujicoba awal terlihat antusias masyarakat yang luar biasa, saya pastikan perputaran uang bisa lebih,” ungkapnya.

Pembukaan tradisi Dandangan 2026 dibuka oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan tradisi tersebut sebagai warisan budaya turun-temurun.

"Tradisi ini merupakan warisan budaya untuk menyambut bulan suci Ramadan yang telah berlangsung secara turun-temurun. Melalui Dandangan, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Dandangan pada 9-18 Februari 2026 dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pedagang untuk berpartisipasi.

"Kami laksanakan secara terbuka dan transparan, sehingga membuka peluang yang sama bagi para pedagang untuk ikut serta. Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung penuh penguatan ekonomi rakyat melalui momentum ini,” tegasnya.

Pada Dandangan tahun 2026 ini, Pemkab Kudus juga menerapkan sistem digitalisasi dalam proses pendaftaran hingga transaksi pembelian lapak, guna meningkatkan transparansi dan mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News