Kemenag Langkat implementasikan program, 1 masjid representatif di 1 kecamatan

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengimplementasikan program Kementerian Agama RI yakni menghidupkan masjid 24 jam yang representatif di tiap kecamatan serta mendorong adanya usaha kecil di lingkungan masjid guna menopang perekonomian warga sekitar.

Update: 2026-02-26 13:30 GMT

Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Indomie

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengimplementasikan program Kementerian Agama RI yakni menghidupkan masjid 24 jam yang representatif di tiap kecamatan serta mendorong adanya usaha kecil di lingkungan masjid guna menopang perekonomian warga sekitar. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat H Ainul Aswad, MA, saat ditemui di kantornya Rabu (25/2).

Kegiatan untuk menghidupkan masjid 24 jam tersebut sudah dimulai sejak awal Februari 2026. Dimulai dari daerah Langkat Hulu. Menurut Ainul Aswad pihak Kementerian Agama akan menjalin koordinasi dan bekerjasama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di setiap kecamatan untuk mewujudkan program Kementerian Agama RI.

"Kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan BKM untuk menentukan kesiapan masjid sebagai masjid representatif yang aktif 24 jam, target kami ada satu masjid di satu kecamatan yang aktif baik ibadah salat lima waktu, zikir, i'tikaf, pengajian anak-anak maupun orang tua. Selain itu di sekitar halaman masjid ada usaha kecil untuk menopang perekonomian warga sekitar," ujarnya

Selanjutnya Ainul Aswad menjelaskan, program ini tertunda sementara karena masuk bulan suci ramadan, setelah itu akan aktif kembali dan di mulai daerah Langkat Hulu, selanjutnya nanti masuk wilayah Langkat Hilir dan berakhir di Teluk Aru. Kemenag menargetkan akhir tahun ini selesai.

"Tunda dulu ya, nanti setelah Ramadan berlalu kita lanjutkan program kami, satu kecamatan satu masjid yang hidup 24 jam di Langkat," kata Ainul seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (26/2). 

Elshinta Peduli

Menurut Ainul, program ini sepertinya mirip dengan program Kementerian Agama RI yang berkolaborasi dengan Elshinta dan Kementerian Agama di Kabupaten Langkat sudah mengimplementasikannya secara perlahan. "Kami mendukung program Kementerian Agama RI, Insya Allah akhir tahun ini terpenuhi satu kecamatan satu masjid 24 jam," terangnya.

Ainul berharap program ini terus berjalan hingga setiap kecamatan memiliki masjid yang representatif untuk dijadikan masjid profil kecamatan sebagai percontohan sekaligus wadah pertemuan dan diskusi ke ummatan yang dibina para penyuluh agama islam.

"Fungsi masjid tidak sekadar tempat ibadah tetapi sebagai pusat dakwah syiar islam membangun peradaban islam, apalagi kita berada di Bumi Langkat yang religius ini," pungkasnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News