MUI Sulut minta umat Muslim doa kelancaran Paskah Nasional di Manado
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) Nasruddin Yusuf meminta umat Muslim agar berdoa untuk kelancaran Paskah Nasional 2026 yang digelar di Pohon Kasih Megamas, Kota Manado, 7-9 April.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) Nasruddin Yusuf meminta umat Muslim agar berdoa untuk kelancaran Paskah Nasional 2026 yang digelar di Pohon Kasih Megamas, Kota Manado, 7-9 April.
"Saya mengimbau kepada umat Muslim agar mendoakan kelancaran perayaan Paskah 2026 di Sulut, sehingga berlangsung sukses dan lancar," kata dia saat menghadiri puncak perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado, Rabu.
Pihaknya mendukung kegiatan Paskah Nasional 2026 di Manado karena banyak pesan kasih dan damai yang akan disampaikan ke seluruh umat manusia.
"Kami sebagai umat Islam merasa bersyukur dan bersukacita acara nasional ini bisa dilaksanakan di Manado," katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia maupun daerah setempat, Sulut.
Perayaan Paskah Nasional 2026 dengan acara puncak dipusatkan di Kawasan Pohon Kasih Megamas, Manado, dihadiri sekitar 10 ribu umat Kristiani berasal dari berbagai denominasi gereja di Indonesia.
Hadir pada kegiatan itu, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, tokoh nasional berasal dari Sulut Theo Sambuaga, EE Mangindaan, Patris Rumbayan (ibunda Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya), Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar.
Sebanyak tiga menteri telah tiba di Manado, Selasa (7/4) malam, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasarudin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait untuk mengikuti Paskah Nasional 2026, namun pagi hari sudah langsung kembali ke Jakarta karena ada kegiatan penting kenegaraan.
Perayaan Paskah Nasional 2026 diawali ibadah bersama dipimpin Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pendeta Adolf Wenas, puji-pujian penyanyi rohani Maria Shandi, pembawa acara Choky Sitohang serta pergelaran budaya.

