Pagelaran Karsa Rekacipta, upaya bangkitkan kaum muda cinta seni tradisional

Semangat untuk mencintai budaya dan seni Sunda serta seni tradisional pada umumnya dirasakan makin minim.

Update: 2026-02-02 07:10 GMT

Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Semangat untuk mencintai budaya dan seni Sunda serta seni tradisional pada umumnya dirasakan makin minim.

Hal itu dirasakan langsung oleh Pimpinan Studio Tari Indra (STI) Indrawati Lukman saat menyampaikan siaran pers di kawasan Buahbatu Bandung, Jumat (30/1/2026).


Indrawati menilai gairah untuk menonton dan mencintai karya seni tari dan budaya sunda semakin menurun.

"Sehingga kami berusaha mengikuti selera kaum muda untuk menampilkan berbagai karya seni, termasuk pergelaran Karya Rekacipta yang akan digelar Sabtu 14 Februari 2026 di Gedung De Majestic Bandung," kata Indrawati didampingi produser Metty Soebandy dan Sutradara Irwan Jamal.

Salahsatu diantaranya, papar Indrawati adalah dalam penampilannya hanya berkisar 20 menit agar terasa penasaran. "Karena kaum muda apalagi yang awam seni, maka akan jenuh, apalagi ditayangkan berjam-jam," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Senin (2/2).

Selain kurangnya antusiasme dari kaum muda, Indrawati juga menilai minimnya perhatian Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung terhadap seni budaya, terhadap para pelaku seni, bahkan saat ada pagelaran pihaknya sibuk sendiri mencari sponsor, sementara pemerintah tidak ada kepedulian.

Indrawati menilai perjalanan sebuah kelompok Tari sampai berusia 58 tahun, seperti dilalui Sanggara Tari Indrawati, bukan perjalanan yang mudah, tetapi merupakan bukti komitmen terhadap warisan seni, khususnya tari Sunda.

Dalam agenda pertunjukan Karsa Rekacipta Indrawati Lukman akan menyuguh kan ragam tari kreasi, khas STI, garapan kreasi Indrawati bersama para penarinya.

Selain itu, memasuki Imlek (hari ke 15) dalam budaya Tionghoa, STI dan Indrawati, membuat fragmen (petilan bahasa Jawa) dari Serat Menak gubahan R.Ng. Yasadipura (sering disebut juga Yosodipuro I).

Elshinta Peduli

Seorang pujangga ternama dari Keraton Kasunanan Surakarta yang hidup pada abad ke-18 (1729-1803).

Secara singkat, Serat Menak menceritakan petualangan Jayengrana, di mana salah satu fragmen populer dalam Serat Menak yang dikenal dengan lakon Menak Cina.

Tokohnya Dewi Adaninggar (dalam beberapa teks disebut Ardaninggar), seorang putri dari Negeri Cina. Secara ringkas kisahnya menggambarkan jatuh cinta lewat mimpi kisah bermula ketika Dewi Adaninggar bermimpi bertemu dengan seorang ksatria tampan dari tanah Arab bernama Wong Agung Jayengrana (Amir Hamzah).

Rasa cintanya yang mendalam membuat sang putri nekat melakukan perjalanan jauh dari Cina menuju Arab untuk mencari dan melamar Jayengrana.

Penolakan Jayengrana Setibanya di tujuan, Dewi Adaninggar menyatakan keinginannya untuk menjadi istri Jayengrana. Namun, Jayengrana menolak lamaran tersebut karena ia telah memiliki istri utama, yaitu Dewi Muninggar. Selain itu, misi utama Jayengrana adalah menyebarkan agama Islam, bukan sekadar urusan asmara.

Persaingan dengan Dewi Kelaswara Karena penolakan tersebut, Dewi Adaninggar merasa sangat kecewa dan cemburu, terutama kepada Dewi Kelaswara (istri Jayengrana lainnya yang merupakan putri dari Kelan).

Ketegangan ini berujung pada peperangan tanding antara kedua putri tersebut.

Akhir Tragis Dalam pertempuran tanding (sering digambarkan dalam tarian Adaninggar-Kelaswara), Dewi Adaninggar akhirnya gugur ditangan Dewi Kelaswara. Meskipun berakhir tragis, sosok Adaninggar dihormati sebagai simbol kesetiaan dan keberanian seorang wanita dalam memperjuangkan cintanya. Kisah ini sangat legendaris dalam tradisi Jawa dan sering dipentaskan dalam Wyang Golek Menak serta tari klasik gaya Yogyakarta seperti Beksan Golek Menak.

"STI belum menggarapnya secara utuh, tetapi baru petilannya saja, mungkin pada waktunya akan ditampilkan sebagai karya yang dianggap menarik dan utuh," kata Indrawati.

Pada acara yang akan ditampilkan pada tanggal 14 Februari 2026 itu, mengajak semua pecinta tari untuk mengapresiasinya.

Membangun apresiasi seni, salah satunya dengan acara tersebut dan merupakan kehormatan yang luar biasa bagi STl dan Indrawati.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News