PBNU sesalkan gagalnya perundingan damai Amerika-Iran
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyesalkan kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyesalkan kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa dan umat beragama untuk bersama memperjuangkan dan mewujudkan perdamaian demi keselamatan umat manusia.
"Mengajak segenap umat semua agama untuk menggalang solidaritas dalam perjuangan bersama untuk keselamatan, kesentosaan, dan kesejahteraan seluruh umat manusia," ujar Gus Yahya di Jakarta, Senin.
Senada dengan Paus Leo XIV, PBNU terus menyerukan perdamaian dan dialog antarbangsa. Oleh karena itu, Gus Yahya mendesak agar perundingan damai dapat dilanjutkan dan Pakistan dapat meneruskan perannya dalam memediasi berbagai pihak dalam perundingan
"Mengapresiasi seruan Paus Leo XIV untuk dengan sabar memperjuangkan terwujudnya koeksistensi damai. Mengapresiasi peran Pakistan dan mengharap Pakistan melanjutkan upaya membawa pihak-pihak ke meja perundingan," ujarnya.
Di sisi lain, Gus Yahya juga meminta Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto untuk turut menggalang dukungan internasional dalam mewujudkan perdamaian di seluruh kawasan.
“Menggalang desakan internasional bagi dihentikannya kekerasan, ditempuhnya jalan damai, dan konsolidasi internasional untuk mengatasi dampak perang berupa dukungan terhadap korban-korban, terutama korban sipil, dan penanganan atas dampak ekonomi yang meluas," katanya.
Menurut dia, dampak konflik dan perang menimpa semua orang, maka kepentingan absolut semua orang adalah menghentikan kekerasan sesegera mungkin.
"Untuk itu, harus diupayakan pembatasan pihak-pihak yang terlibat konflik dan tidak memperluasnya karena semakin luas pihak-pihak yang berkonflik, semakin sulit diselesaikan," kata dia.
Sebelumnya, Gus Yahya menginisiasi gerakan penguatan ketahanan sosial dalam menghadapi gejolak global. Langkah awal itu dilakukan dengan menemui Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo pekan lalu. Hal ini guna memperkuat kolaborasi lintas agama.
Ia menyebutkan bahwa pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama konkret, khususnya dalam penguatan sosial ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.


