Pemudik sepeda motor pilih perjalanan malam hari

Ribuan pemudik sepeda motor yang melintasi jalan arteri Tangerang-Serang menuju Pelabuhan Merak pada Selasa (17/3) malam atau H-4 Lebaran 2026 memilih waktu perjalanan di malam hari untuk sampai ke kampung halaman.

Update: 2026-03-18 08:40 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Ribuan pemudik sepeda motor yang melintasi jalan arteri Tangerang-Serang menuju Pelabuhan Merak pada Selasa (17/3) malam atau H-4 Lebaran 2026 memilih waktu perjalanan di malam hari untuk sampai ke kampung halaman.

Hal tersebut terpaksa dilakukan para pengendara, karena untuk menghindari kelelahan selama perjalanan bila dibandingkan dengan waktu siang hari yang dinilai lebih menguras tenaga.

Bagas (30), salah satu pemudik asal Lampung, menuturkan bahwa ia beserta rekannya memilih mudik di malam untuk mengejar waktu perjalanan ke lokasi penyebrangan lebih awal.

"Selain untuk menghindari panas di waktu siang atau pagi hari. Saya berangkat malam ini karena mengejar perjalanan kapal di Pemabuhan Merak," terangnya.

Menurut dia, meski perjalanan di waktu malam hari berbahaya dari resiko penerangan jalan, akan tetapi pilihan itu menjadi solusi utama untuk mengejar jadwal penyebrangan agar bisa segera sampai ke kampung halaman.

"Soalnya kalau tidak sekarang, nanti ketinggalan kapal. Karena tiket sudah di beli dan jadwalnya nanti dini hari sudah berangkat," ungkap dia.

Selain itu, sejumlah pemudik sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di periode mudik Lebaran melalui jalur arteri Tangerang ini juga terpantau melakukan peristirahatan di pinggir jalan ketimbang di posko yang disediakan pemerintah daerah dan kepolisian.

Pantauan ANTARA, di KM 15, jalan Raya Serang-Jakarta tepatnya gerbang kawasan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pukul 22.25 WIB terlihat para pengendara sepeda motor memadati tepian jalan tersebut.

Elshinta Peduli

Para pengendara itu, beristirahat untuk memulihkan kondisi fisik dan sekaligus menunggu rekan yang masuk dalam rombongan pemudik Lebaran untuk menuju Pulau Sumatera.

Diungkapkan Lestari (24), pemudik asal Palembang memilih untuk beristirahat di tepian jalan dengan kondisi kepadatan lalu lintas yang tinggi. Langkah itu terpaksa dilakukan untuk mempercepat waktu, sebab perjalanan yang akan dilaluinya cukup panjang.

"Saya naik motor, rutenya dari Jakarta, Tangerang, terus ke Ciwandan. Sengaja naik motor biar lebih efisien, apalagi saya baru dapat cuti kerja hari ini," ungkapnya.

Sebelum berangkat mudik, Lestari melakukan sejumlah treatment khusus agar sehat dan selamat sampai tujuan. Di mana, ia akan beristirahat beberapa jam sebelum keberangkatan pulang kampung.

"Yang pasti harus istirahat yang cukup. Terus jangan lupa cek kendarannya. Kalau saya service dulu seminggu sebelum berangkat. Saya juga bawa teman bisa gantian bawa motor kalau nanti lelah," kata dia.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Polda Banten, memprediksi puncak kepadatan arus lalu lintas kendaraan pada masa mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukumnya itu terjadi pada 18 Maret 2026.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat kordinasi lintas bahwa lonjakan arus mudik untuk periode saat ini akan terjadi peningkatan cukup signifikan.

Mengingat, kata dia, pada pekan ini libur atau cuti bersama bagi pekerja hingga ASN sudah mulai berlangsung.

"Untuk puncak arus mudik diprediksi di tanggal 18 Maret 2026, mengingat dari jajaran Pegawai Negeri maupun karyawan itu libur bersama," katanya.

Asep menyebut, untuk menghadapi lonjakan peningkatan volume arus lalu lintas ini sejumlah petugas gabungan akan lebih berkonsentrasi pada jalur arus mudik maupun arus balik lebaran seperti di titik rawan kemacetan hingga rest area Tol Tangerang-Merak.

Kemudian, berdasarkan analisa data pergerakan lalu lintas pada mudik Lebaran ini juga diperkirakan terjadi arus baliknya terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026.

"Untuk arus balik diprediksi di tanggal 24 dan 25, berakhirnya libur bersama," ucapnya.

Dia mengungkapkan, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengendalikan kedaraan yang masuk jalur Kabupaten Tangerang, baik di Tol maupun Arteri.

Kemudian untuk menangani kepadatan tersebut pihaknya juga bakal berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai operator dan pengelola jalan Tol, Jasa Marga serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.

"Antisipasi dilakukan dengan mendirikan sebanyak 12 pos pengamanan dan pos pelayanan pemudik. Kami sudah mempersiapkan salah satunya personel pergelaran dari mulai perbatasan Metro atau Tangsel sampai ke perbatasan Kabupaten Serang. Untuk di Tolnya, ada dua pos pelayanan yaitu di Km 43 dan Km 45," kata dia.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News