Diikuti 10 ribu pelari, Soekarno Run 2026 padukan olahraga dan sejarah

Update: 2026-02-15 03:50 GMT

Visual interaktif Presiden pertama RI Soekarno ditampilkan pada gelaran Soekarno Run 2026 yang digelar PDIP di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026). ANTARA/HO-PDIP

Elshinta Peduli

Soekarno Run 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diikuti oleh 10.000 pelari dari berbagai kalangan digelar dengan memadukan semangat olahraga dan edukasi sejarah berbasis kecerdasan buatan (AI).

Gelaran tahunan yang pada tahun ini mengangkat tema “Berlari untuk Indonesia” itu dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu pagi, sementara Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ikut di barisan peserta lari kategori 10 kilometer.

“Ajang ini merupakan upaya membangun ikatan emosional dengan Bung Karno. Kami berharap para peserta meresapi ide dan pemikiran beliau serta membangun kedisiplinan demi semangat Indonesia Raya,” kata Hasto sebelum ikut berlari dengan peserta yang lain.

Ditekankan Hasto, ajang lari ini bukan sekadar aktivitas fisik untuk kesehatan jiwa dan raga, melainkan juga upaya membangun ikatan emosional dengan Sang Proklamator. Ia berharap para peserta dapat meresapi ide, pemikiran, dan gagasan Bung Karno. Melalui konsep tersebut, PDIP menegaskan bahwa warisan Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi senantiasa dihidupkan dalam langkah generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Para pelari berkesempatan "bertemu" dengan sosok Bung Karno melalui dukungan teknologi imersif berbasis AI dan visual interaktif. Di titik utama acara, sosok Bung Karno dihadirkan secara digital untuk menyapa peserta serta menyampaikan pesan persatuan. Visual interaktif yang ditampilkan sebelum gelaran dimulai tersebut tidak hanya menampilkan sosok Bung Karno, tetapi juga lengkap dengan pidatonya. Dalam orasi singkat itu, Bung Karno menegaskan pentingnya persatuan dari Sabang sampai Merauke.

Elshinta Peduli

Bung Karno pun menganalogikan lari maraton ini bukan sekadar olahraga, melainkan manifestasi dari perjuangan dan kemandirian bangsa.

“Saudara-saudara, setiap langkah kaki saudara adalah bentuk perjuangan. Perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah. Perjuangan dengan suatu gotong royong. Perjuangan dengan persatuan yang membara,” demikian petikan pidato Bung Karno.

Sementara itu, Ketua Panitia Soekarno Run “Runniversary” 2026 Muhammad Syaeful Mujab menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar lomba lari, melainkan ruang perjumpaan antara sejarah dan masa depan.

"Kami tidak hanya ingin menghadirkan even olahraga, tetapi juga pengalaman, di mana 10.000 pelari bisa merasakan semangat Bung Karno secara langsung. Teknologi digunakan sebagai jembatan agar nilai-nilai perjuangan tetap relevan bagi generasi hari ini," ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan tahun ini menjadi momentum penting untuk membumikan semangat perjuangan dan persatuan.

“Bung Karno pernah mengatakan ‘Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia.’ Hari ini kita hadirkan bukan hanya 10, tetapi 10.000 pelari. Mari kita merahkan car free day dengan semangat berdikari dan mewarisi cita-cita Bung Karno,” kata Syaeful.

Selain kategori 10 kilometer, Soekarno Run juga mempertandingkan kategori 5 kilometer. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini turut dihadirkan kategori pelajar dengan podium khusus sebagai bentuk afirmasi terhadap kepemimpinan muda. Kegiatan ini turut dihadiri cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta sejumlah fungsionaris PDIP, seperti Komarudin Watubun, Ganjar Pranowo, Yuke Yurike, Charles Honoris, My Esti Wijayati, dan Krisdayanti.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News