Leclerc sebut unit daya jadi komponen yang perlu diperbaiki
Pembalap Ferrari asal Monako Charles Leclerc merayakan kemenangan diatas mobilnya seusai sesi kualifikasi Formula Satu Grand Prix di Hungaroring, Mogyorod, Budapest, Hungaria, Sabtu (2/8/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Qian Jun/agr
Pembalap Ferrari Charles Leclerc menyebut unit daya menjadi komponen yang perlu diperbaiki oleh timnya. Ferrari menatap jeda bulan April dengan kondisi berada di peringkat kedua klasemen sementara tim konstruksi membayangi Mercedes yang berada di puncak klasemen setelah menyapu bersih tiga seri balapan musim ini.
“Saya rasa jika melihat kembali di tiga seri awal musim ini, sudah jelas bahwa kami memerlukan pengembangan dan itu terutama terfokus pada komponen unit daya,” kata Leclerc dikutip dari Formula 1, Jumat.
Meski demikian, Leclerc mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk segera dikembangkan dan bisa digunakan pada Grand Prix Miami yang berlangsung pada awal Mei mendatang.
“Tapi sejujurnya kami tidak bisa memberikan pengembangan apapun di Miami nanti,” ungkap Leclerc.
Pembalap asal Monako tersebut mengatakan dengan berlakunya regulasi musim 2026 yang baru diterapkan tentu saja akan menjadi tantangan bagi semua tim. Pasalnya setiap komponen memang baru dan belum mempunyai data analisa yang spesifik.
“Tapi tentu saja ini bukan menyoal unit daya saja, dan di tahun seperti saat ini semuanya terasa baru. Saya rasa semua pengembangan yang dilakukan oleh setiap tim sangatlah masif, jadi ini bukan hanya perkara unit daya saja,” ungkap Leclerc.
Leclerc saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengunci 49 poin atau terpaut total 23 poin dari pembalap Mercedes Kimi Antonelli yang memuncaki klasemen sementara. Saat ini Formula 1 tengah memasuki jeda panjang selama satu bulan imbas diberhentikannya dua seri yakni GP Bahrain dan GP Arab Saudi.
Pemberhentian dua seri yang berlangsung di Timur Tengah tersebut merupakan langkah yang diambil setelah eskalasi perang di wilayah Teluk antara Iran menghadapi Amerika Serikat-Israel kian memanas.

