Totalitas Laura Basuki di film Yohanna: Berkuda hingga setir pikap
Mengambil latar di Sumba, film religi Katolik karya Razka Robby Ertanto ini menonjolkan sisi humanis dan pergulatan iman.
Foto: Instagram cinema.21
Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya bertema religi yang unik melalui film terbaru sutradara Razka Robby Ertanto berjudul Yohanna. Film ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai Kamis, 9 April 2026.
Yohanna mengangkat kisah sarat makna tentang iman, kemanusiaan, serta pilihan hidup dalam perjalanan spiritual seseorang. Aktris Laura Basuki dipercaya menjadi pemeran utama dalam film yang disebut-sebut sebagai salah satu film religi Katolik pertama di Indonesia ini.
Laura memerankan karakter Yohanna, seorang perempuan yang menjalani pergulatan batin dalam menemukan makna iman di tengah kondisi lingkungan yang menantang.
Proses pengambilan gambar dilakukan sepenuhnya di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Lanskap alam yang indah namun ekstrem menjadi bagian penting dalam pendalaman karakter Yohanna.
Sutradara Razka Robby Ertanto mengungkapkan kekagumannya terhadap profesionalisme Laura Basuki selama proses produksi. Ia membeberkan berbagai tantangan fisik dan keterampilan baru yang harus dikuasai sang aktris demi menghidupkan karakter tersebut secara autentik.
“Sangat bertanggung jawab karena sih dia harus berkuda, terus dia jg harus bawa pik up yang manual jalanan sumba kan nggak apa banyak tebing-tebing juga gitu jadi menarik banget terus dia juga harus main gitar dan semua dilakukan dengan profesional dia ikutin workshop-nya ikutin flow-nya terus harus berinteraksi dengan orang-orang yang belum pernah akting tapi dia bisa membawa orang-orang itu ke karakternya dengan tepat sih,” ujar Robby dalam wawancara yang disimak di @punchline.ent, Selasa (7/4/2026).
Selain kekuatan akting Laura Basuki, film ini juga menawarkan sisi humanis yang kuat melalui interaksi antara aktor profesional dengan masyarakat lokal Sumba yang sebelumnya belum memiliki pengalaman akting.
Robby menilai, kolaborasi ini memperkaya tekstur cerita, menjadikan Yohanna bukan sekadar film religi semata, melainkan sebuah refleksi kehidupan yang intim.
Hadirnya Yohanna menurut Robby, diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi perfilman nasional, khususnya dalam mengangkat tema religi Katolik yang masih jarang dieksplorasi di layar lebar Indonesia.
Steffy Anastasia/Rama


