Dinkes Tangerang masifkan sosialisasi imunisasi bentuk kekebalan anak
Petugas kesehatan Puskesmas Batu Sari bersiap menyuntikan vaksin imunisasi Human Papillomavirus (HPV) ke murid kelas 5 sekolah dasar (SD) saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/8/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten memasifkan sosialisasi terkait ajakan kepada orang tua untuk membawa anaknya mengikuti program imunisasi sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok bagi generasi masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang, Senin, mengatakan imunisasi berperan dalam menekan penularan penyakit menular yang rendah, sekaligus mendukung program nasional dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2045.
"Apalagi, pada musim perubahan cuaca saat ini, imunisasi sangat dianjurkan dalam menjaga kekebalan dan kesehatan anak," kata Dini.
Berdasarkan data, angka cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan imunisasi bayi di bawah dua tahun (Baduta) tahun 2025 di Kota Tangerang telah melampaui target yang ditetapkan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes RI.
Dari data yang dihimpun melalui aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) hingga 18 Desember 2025, capaian IDL telah menyentuh angka 129 persen dan IBL mencapai 128 persen. Bahkan, jika merujuk pada validasi manual melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) hingga November 2025, capaiannya lebih tinggi lagi, yakni IDL sebesar 143 persen dan IBL 134 persen.
"Meski ada perbedaan data dari PWS dan ASIK, capaian yang sudah diperoleh mencapai 100 persen lebih," ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, lanjut Dini, pihaknya memasifkan peran tenaga kesehatan dan kader lapangan dalam mengajak masyarakat domisili Kota Tangerang maupun non-domisili.
"Kami memastikan setiap anak yang berada di wilayah Kota Tangerang, tanpa memandang status domisili, mendapatkan hak mereka untuk terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)," ujarnya.

