Mengapa kurang tidur bisa mempengaruhi emosi dan daya ingat?
Pelajari dampak kurang tidur pada otak serta tips memperbaiki kualitas tidur agar mood dan konsentrasi tetap optimal
Kurang tidur bisa berpengaruh buruk pada tubuh (Sumber:freepik.com)
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga mengubah cara otak mengatur emosi. Bagian otak yang disebut amigdala, yang bertanggung jawab atas rasa takut, kemarahan, dan reaksi emosional lainnya, menjadi lebih aktif saat tidur terganggu.
Akibatnya, seseorang cenderung lebih mudah marah, cemas, atau tersinggung oleh hal-hal yang biasanya dianggap sepele. Sementara itu, korteks prefrontal, area otak yang bertugas menilai situasi, mengendalikan impuls, dan membuat keputusan rasional, bekerja kurang optimal. Kombinasi ini membuat seseorang lebih reaktif dan sulit mengontrol emosi.
Selain itu, hormon stres seperti kortisol meningkat ketika tubuh kekurangan tidur. Kadar hormon ini yang tinggi memperkuat respons negatif otak, sehingga perasaan cemas dan frustasi lebih mudah muncul.
Tidak hanya itu, kurang tidur juga dapat menurunkan hormon serotonin dan dopamin, yang berperan dalam perasaan bahagia dan motivasi. Akibatnya, seseorang mudah merasa lelah secara mental, mudah sedih, dan kurang mampu menghadapi tekanan sehari-hari.
Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk bahkan berpotensi memicu gangguan mood kronis, seperti depresi atau kecemasan berlebihan.
Dampak Kurang Tidur pada Daya Ingat
Tidur memiliki peran penting dalam proses konsolidasi memori, yaitu mekanisme otak untuk menyimpan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Saat kita kurang tidur, proses ini terganggu, sehingga informasi yang baru dipelajari tidak tersimpan dengan baik.
Hal ini menyebabkan seseorang lebih mudah lupa, kesulitan mengingat hal-hal penting, atau sulit memahami materi baru. Banyak orang yang mengalami kurang tidur juga melaporkan kesulitan berkonsentrasi, lambat dalam menyelesaikan tugas, dan mengalami “otak kabur” atau brain fog.
Selain itu, kurang tidur juga memperlambat pemrosesan informasi di otak. Keputusan yang biasanya mudah diambil menjadi lebih sulit, dan kemampuan berpikir logis menurun. Kinerja kognitif yang menurun ini bisa berdampak langsung pada produktivitas, baik di sekolah, kuliah, maupun pekerjaan.
Tidak hanya mempengaruhi kemampuan belajar, kurang tidur juga dapat mengganggu kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah, karena otak kehilangan waktu untuk “mengatur ulang” jaringan saraf yang mendukung fungsi-fungsi tersebut.
Hubungan Antara Emosi dan Daya Ingat
Gangguan emosi akibat kurang tidur ternyata juga berpengaruh pada daya ingat. Ketika seseorang mudah stres atau marah, otak kesulitan memproses informasi secara efisien.
Perasaan negatif ini mengalihkan fokus dan energi mental, sehingga memori jangka pendek tidak dapat ditransfer dengan baik ke memori jangka panjang. Dengan kata lain, kurang tidur membuat seseorang tidak hanya mudah marah atau sedih, tetapi juga lebih pelupa.
Lebih jauh lagi, stres kronis yang dipicu oleh pola tidur yang buruk dapat mempengaruhi hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori.
Jika kurang tidur berlangsung terus-menerus, efek ini bisa menumpuk dan mengganggu kemampuan belajar, konsentrasi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Hubungan antara tidur, emosi, dan memori ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kualitas tidur agar otak tetap sehat dan fungsi kognitif tetap optimal.
Tips untuk Memperbaiki Tidur dan Kesehatan Otak
Tidur cukup adalah fondasi untuk kesehatan mental dan fisik. Orang dewasa umumnya membutuhkan 7-9 jam tidur berkualitas setiap malam agar otak dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
Memiliki jadwal tidur yang konsisten setiap hari membantu tubuh dan otak beradaptasi, menjaga mood tetap stabil, dan meningkatkan fokus serta daya ingat.
Lingkungan tidur juga sangat berpengaruh. Pastikan kamar tidur gelap, sejuk, dan bebas dari gangguan suara. Mengurangi paparan layar gadget atau cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur dapat membantu otak bersiap untuk istirahat.
Relaksasi ringan, meditasi, atau membaca buku sebelum tidur juga efektif menenangkan pikiran. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, emosi lebih terkendali, konsentrasi meningkat, dan daya ingat lebih optimal, sehingga kita bisa menjalani hari dengan produktif dan bahagia.


