Puasa Ramadan perlu mandi wajib? Ini penjelasan dan niatnya

Puasa Ramadan perlu mandi wajib? Simak penjelasan hukum, waktu terbaik melakukannya, serta bacaan niat mandi junub yang sah sesuai syariat Islam di sini.

Update: 2026-02-19 12:20 GMT

Puasa Ramadan perlu mandi wajib? Simak penjelasan hukum, waktu terbaik melakukannya, serta bacaan niat mandi junub yang sah sesuai syariat Islam di sini.

Elshinta Peduli

Memasuki bulan suci, banyak umat Muslim yang masih bingung mengenai keabsahan ibadah mereka dalam kondisi tertentu, salah satunya adalah kebingungan apakah puasa ramadan perlu mandi wajib jika seseorang masih dalam keadaan junub. Mandi wajib atau mandi besar merupakan prosesi menyucikan diri dari hadas besar agar seseorang dapat kembali melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Pemahaman yang tepat mengenai hal ini sangat penting agar kita tidak merasa ragu atau khawatir terhadap status puasa yang sedang dijalankan.

Secara umum, banyak orang merasa cemas bahwa keadaan tidak suci setelah fajar menyingsing dapat membatalkan puasa. Namun, literatur fikih Islam memberikan penjelasan yang lugas mengenai situasi ini. Berikut ini ialah tuntas hukum mandi wajib saat puasa, waktu melakukannya, hingga tata cara serta niat yang benar agar ibadah puasa tetap maksimal.

Hukum mandi wajib saat menjalankan puasa ramadan

Hal pertama yang perlu ditegaskan adalah bahwa kondisi junub (hadas besar) tidak membatalkan puasa seseorang. Puasa tetap dianggap sah meskipun seseorang belum sempat mandi wajib hingga waktu subuh tiba.

Dasar hukum ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berada dalam keadaan junub karena urusan keluarga (bukan mimpi basah), lalu waktu fajar (subuh) tiba, kemudian beliau mandi dan tetap menjalankan puasanya.

Kesucian dari hadas besar bukanlah syarat sah puasa, melainkan syarat sah untuk melaksanakan salat.

Oleh karena itu, jika terlambat bangun atau mengalami kondisi yang mewajibkan mandi besar sesaat sebelum subuh, tetap diperbolehkan memulai makan sahur, lalu melakukan mandi wajib setelah azan subuh berkumandang untuk melaksanakan salat subuh.

Elshinta Peduli

Apakah mandi wajib harus dilakukan sebelum sahur?

Lalu terkait dengan pertanyaan, apakah kita harus mandi wajib terlebih dahulu sebelum kemudian menyantap sahur? Jawabannya adalah tidak wajib. Umat muslim diperbolehkan mendahulukan makan sahur meskipun dalam keadaan junub.

Hal ini sering terjadi ketika waktu imsak sudah sangat dekat. Prioritaskanlah sahur agar tubuh memiliki energi untuk berpuasa, namun sangat disarankan untuk mencuci kemaluan dan berwudu terlebih dahulu sebelum menyentuh makanan, sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.

Setelah makan sahur selesai, barulah segera melaksanakan mandi wajib agar dapat menunaikan salat subuh tepat waktu. Jadi, jawaban atas keraguan puasa ramadan perlu mandi wajib adalah ya, mandi wajib tetap harus dilakukan untuk menggugurkan hadas besar, namun keterlambatan melakukannya hingga lewat fajar tidak merusak keabsahan puasa tersebut.

Niat mandi wajib dan tata caranya yang sah

Untuk memastikan mandi wajib sah secara syariat, ada dua rukun utama yang harus terpenuhi, yaitu niat dan membasahi seluruh anggota tubuh dengan air. Tanpa niat yang benar, mandi tersebut hanya dianggap sebagai aktivitas membersihkan diri biasa dan tidak menghilangkan hadas besar.

Niat mandi wajib secara umum

Berikut adalah bacaan niat mandi wajib yang dapat dibaca di dalam hati saat pertama kali air menyentuh tubuh:

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."

Tata cara mandi wajib sesuai sunah

Agar mendapatkan pahala yang sempurna, disarankan mengikuti urutan mandi wajib sesuai sunah berikut ini:

  • Membaca niat: Dilakukan di dalam hati saat memulai membasuh tubuh.
  • Mencuci tangan: Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  • Membersihkan kemaluan: Menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran di area kemaluan dan sekitarnya.
  • Berwudu: Melakukan wudu secara sempurna sebagaimana wudu untuk salat.
  • Menyiram kepala: Membasahi kepala hingga pangkal rambut sebanyak tiga kali.
  • Membasuh seluruh tubuh: Menyiramkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian ke sisi kiri, serta memastikan area lipatan kulit ikut terkena air.

Hal yang membatalkan puasa saat mandi wajib

Meskipun mandi wajib diperbolehkan saat sedang berpuasa, ada hal teknis yang perlu diperhatikan agar puasa tidak batal. Saat mandi di siang hari atau saat waktu puasa berlangsung, harus lebih berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam lubang tubuh (mulut, hidung, telinga) secara sengaja atau berlebihan.

Dalam istilah fikih, hal ini disebut dengan menghindari mubalaghah (berlebihan). Misalnya, saat berwudu dalam rangkaian mandi wajib, jangan menghirup air ke hidung terlalu dalam (istinshaq) dan jangan berkumur berlebihan untuk mencegah air tertelan ke kerongkongan. Selama air masuk tanpa kesengajaan dan tanpa sikap berlebihan, maka puasa tetap aman.

Mengenai mandi wajib di bulan ramadan

Memahami bahwa puasa ramadan perlu mandi wajib namun tidak membatalkan puasa jika dilakukan setelah subuh adalah bentuk kemudahan dalam Islam. Ibadah puasa berfokus pada menahan diri dari lapar, dahaga, dan hawa nafsu sejak fajar hingga terbenam matahari, sementara mandi wajib adalah sarana penyucian untuk ibadah lainnya seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

Dengan memahami penjelasan di atas, tidak perlu lagi merasa ragu jika mendapati diri dalam keadaan junub saat memasuki waktu subuh. Segeralah mandi dengan niat yang benar dan lanjutkan ibadah puasa dengan khusyuk.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News