Gedung khusus kanker, stroke dan kegawatdaruratan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diresmikan
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat diwujudkan oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil bupati Bellinda Putri Birton dengan meresmikan Gedung Fressia dan Gedung IGD dan PONEK RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Rabu (11/1).
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat diwujudkan oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil bupati Bellinda Putri Birton dengan meresmikan Gedung Fressia dan Gedung IGD dan PONEK RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Rabu (11/1).
Bupati menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan harus berbanding lurus dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Penambahan Gedung IGD, PONEK, serta Stroke dan Onkologi ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang prima, cepat, tepat, dan profesional. Fasilitas yang semakin lengkap harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM dan sistem pelayanan yang terintegrasi,” ujarnya.
Penguatan layanan kegawatdaruratan, kesehatan ibu dan bayi, serta penanganan stroke dan kanker, menurutnya menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Kami ingin RSUD dr. Loekmono Hadi semakin unggul dan mampu menjadi rumah sakit rujukan terdepan di Pantura Timur. Inovasi pelayanan harus terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan yang optimal dan berstandar tinggi,” kata bupati.
Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi dr. Mustiko Wibowo, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan mutu layanan, khususnya dalam penanganan stroke, kanker, serta kegawatdaruratan.
Seperti yang diketahui, Gedung Fressia dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp 44.624.778.700 yang bersumber dari Dana Cukai.
”Gedung ini terdiri dari 5 lantai dengan rincian lantai 1 dan 2 untuk area parkir motor, lantai 3 untuk Poliklinik Saraf Komprehensif (layanan stroke, onkologi, dan fisioterapi). Kemudian lantai 4 dan 5 untuk ruang rawat inap khusus stroke dan kanker dengan kapasitas 40 tempat tidur,” jelasnya.
Keberadaan gedung Fressia menghadirkan layanan saraf dan onkologi yang lebih terintegrasi, mulai dari pemeriksaan, terapi hingga perawatan dalam satu gedung terpadu.
Sementara itu, pembangunan Gedung IGD serta PONEK dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp 6.860.535.200 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Gedung ini dari 2 lantai. Lantai 1 difungsikan sebagai IGD terpadu dengan kapasitas 35 tempat tidur, dilengkapi ruang KDRT dan Jiwa, ruang SPGDT, serta ruang isolasi. Sementara lantai 2 difungsikan untuk ruang perkantoran untuk mendukung operasional layanan.
”Melalui renovasi dan perluasan ini, kapasitas serta kenyamanan layanan kegawatdaruratan meningkat, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (12/2).


