Kasus DBD meningkat, warga Kampung Makam Bergolo Solo lakukan fogging

Warga Kampung Makam Bergolo, Serengan, Kota Solo memanfaatkan libur perayaan keagamaan dan pasca Lebaran untuk melakukan fogging bersama. Langkah ini dilakukan setelah tujuh warga dilaporkan terserang demam berdarah dengue (DBD) hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Update: 2026-04-05 23:20 GMT

Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Indomie

Warga Kampung Makam Bergolo, Serengan, Kota Solo memanfaatkan libur perayaan keagamaan dan pasca Lebaran untuk melakukan fogging bersama. Langkah ini dilakukan setelah tujuh warga dilaporkan terserang demam berdarah dengue (DBD) hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Anggota DPRD Kota Solo, Baruna Wasita Aji, mengatakan pihaknya menerima pengajuan fogging dari warga setelah muncul kasus gigitan nyamuk Aedes aegypti.

“Ada pengajuan ke kami terkait permintaan fogging karena ada enam sampai tujuh orang terpapar DBD,” ujarnya di sela kegiatan, Jumat (3/4/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Baruna berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan mengerahkan tim fogging Katresnan PDI Perjuangan Kota Solo. Ia menegaskan, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sehingga masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk memberantas jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan.

“Tim ini tidak hanya fokus pada wilayah yang sudah terpapar, tetapi juga siap melakukan pencegahan,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (6/4).

Baruna menyebut kondisi di wilayah tersebut belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena tidak ada korban meninggal dunia dan jumlah kasus masih di bawah tujuh orang. Sepanjang 2026, tim fogging telah tiga kali menindaklanjuti laporan warga di sejumlah wilayah.

Elshinta Peduli

Sementara itu, Sekretaris RW 8, Mardi Harjanto, mengungkapkan kasus DBD tersebar di dua wilayah, yakni RT 3 sebanyak empat orang dan RT 4 sebanyak tiga orang. Bahkan, satu remaja dari RT 1 baru saja dirawat di rumah sakit.

“Kasus ini terjadi dalam rentang Maret hingga April, yang satu baru saja masuk rumah sakit,” ujarnya.

Fogging dilakukan secara bergantian di rumah warga, menyasar area rawan seperti kamar mandi, selokan, hingga sumur. Warga juga aktif menunjukkan titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain fogging, warga diimbau rutin membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta menghindari genangan sebagai langkah utama mencegah penyebaran DBD. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News