Hari pertama puasa, war takjil sudah dimulai di Jl. Sabang
Hari pertama puasa selalu punya rasa yang berbeda, ada semangat baru, ada harapan yang dipanjatkan, dan tentu saja, ada agenda wajib menjelang magrib: berburu takjil.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Hari pertama puasa selalu punya rasa yang berbeda, ada semangat baru, ada harapan yang dipanjatkan, dan tentu saja, ada agenda wajib menjelang magrib: berburu takjil.
Di Jalan H. Agus Salim atau yang dahulu bernama Jl. Sabang, sejak Kamis sore pukul 16.00 WIB, para pemburu takjil sudah mulai memadati beberapa kios, utamanya kios gorengan dan minuman manis menyegarkan.
Salah satu kios gorengan bahkan telah berbenah sekitar pukul 17.00 WIB karena dagangannya telah ludes diserbu pemburu takjil, umumnya karyawan kantoran di sekitaran Jalan Sabang.
Sepanjang jalan tercium wangi kolak pisang yang manis legit berbaur dengan aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan, beradu pula dengan asap kendaraan bermotor yang memadati jalan.
Di sini, pemburu takjil dapat memboyong beberapa menu menarik, seperti yang paling banyak diburu yakni aneka gorengan, dilego sekitar Rp2 ribu hingga Rp3 ribu, komplit dengan menu pelengkapnya seperti bihun hingga mie.
Terdapat pula jajanan kue Lekker, siomay, batagor, Cimol Bojot Aa, hingga makanan khas Betawi rujak juhi, dan banyak lagi.
Selain jajanan, berbagai minuman segar juga dijajakan lengkap, mulai dari kolak pisang, kolang kaling, biji salak, es cincau, dan berbagai minuman dingin lainnya, yang dijual kisaran Rp10-13 ribu.
Ada pula pilihan menu yang lebih sehat seperti minuman rempah Dawa yang langsung diracik ditempat, seperti wedang uwuh, temulawak madu, jahe kencur, hingga kopi hangat.
Salah satu penjual rujak juhi dari kios Juhi Sabang Kang Erwin, Sukaesih, mengatakan pada bulan Ramadhan, biasanya dagangannya dapat terjual lebih dari 100 porsi per hari.
Namun, meski pada hari pertama ini masih ramai, Sukaesih menyebut pengunjung tidak sebanyak pada bulan Ramadhan sebelum-sebelumnya.
“Biasanya kalau bulan puasa bisa habis 100 porsi. Cuma sekarang belum begitu ramai di hari pertama,” kata dia.
Selain di Jalan Sabang, berburu takjil saat Ramadan juga bisa menjadi pengalaman seru di beberapa titik favorit Jakarta Pusat, seperti di Pasar Benhil yang selalu ramai menjelang maghrib dengan aneka kolak, es buah, dan gorengan khas Nusantara.
Tak jauh dari pusat perbelanjaan Grand Indonesia, tepatnya di Jalan Kebon Kacang, deretan pedagang musiman menawarkan pilihan menu berbuka yang menggugah selera.
Sementara itu, kawasan Jalan Sabang hingga sekitar Stasiun Gondangdia juga dikenal sebagai spot kuliner legendaris dengan suasana sore yang hidup.
Di area Masjid Cut Meutia, pengunjung bisa beribadah sekaligus berburu jajanan tradisional yang cocok untuk melengkapi momen berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, maupun diri sendiri.


