Makanan khas negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026
Makanan khas negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026, lengkap dengan asal, sejarah, dan fakta kuliner tradisional di dunia.
Makanan khas negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026. (Sumber: AI Generated Image)
Pildun edisi 2026 akan dimulai yang berlangsung pada Juni-Juli 2026 sekaligus di tiga negara tuan rumah yaitu, Amerika Serikat, Kanda, dan Meksiko. Turnmaen ini juga jadi edisi pertama yang dimulai dengan 48 tim peserta, sebagaimana pertama kali diumumkan oleh FIFA pada 10 Januari 2017. Dengan perluasan ini jadi lebih banyak negara yang terlibat, sehingga membawa keanekaragaman budaya.
Salah satu keanekaragaman budaya yang paling terlihat dari perbedaan suatu bangsa maupun negara ialah kuliner. Dari semua negara yang terlibat dan lolos Pildun edisi 2026 masing-masing punya tradisi kuliner yang berbeda. Bahkan sampai makanan-makanan yang mereka miliki menjadi ikon untuk negaranya dalam konteks dunia kuliner. Makanan khas dari negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026 menjadi representasi identitas budaya yang tak terpisahkan. Setiap hidangan tradisional memiliki sejarah panjang, bahan lokal, serta teknik memasak yang diwariskan lintas generasi.
Argentina: Asado
Argentina dikenal dengan hidangan asado, yaitu teknik memanggang daging sapi yang telah menjadi tradisi sejak abad ke-19. Mengutip dari Instituto de Promoción de la Carne Vacuna Argentina (IPCVA) menunjukkan konsumsi daging sapi di Argentina mencapai sekitar 48 kg per kapita per tahun pada 2023. Menunjukan bagaimana negara ini punya konsumsi daging sapi yang tinggi.
Asado biasanya disajikan dalam acara keluarga atau perayaan besar, menggunakan potongan daging seperti ribs dan chorizo. Proses memasaknya bisa memakan waktu 2–4 jam dengan bara api kayu, menciptakan rasa khas yang kuat dan berlapis.
Jepang: Sushi
(Ilustrasi. Sumber: Freepik)
Sushi merupakan makanan tradisional Jepang yang telah tercatat sejak periode Edo (1603–1868). Kementerian Pertanian Jepang mencatat bahwa konsumsi makanan laut per kapita mencapai sekitar 23,4 kg pada 2022.
Sushi sekarang menggunakan nasi yang dibumbui cuka, dipadukan dengan ikan segar seperti tuna atau salmon. Teknik penyajian menekankan presisi, mulai dari suhu nasi hingga ketebalan potongan ikan.
Prancis: Coq au vin
(Coq au vin. Sumber: Freepik)
Coq au vin adalah hidangan ayam yang dimasak dengan anggur merah, berasal dari wilayah Burgundy. Resep ini sudah dikenal sejak awal abad ke-20 dan menjadi bagian dari gastronomi Prancis yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2010.
Proses memasak coq au vin melibatkan marinasi ayam dalam anggur selama 12–24 jam sebelum dimasak perlahan bersama jamur, bawang, dan bacon.
Meksiko: Tacos
Sebagai tuan rumah, Meksiko punya tacos sebagai ikon kuliner. Berdasarkan data Secretaría de Agricultura y Desarrollo Rural, konsumsi tortilla jagung di Meksiko mencapai lebih dari 75 kg per kapita per tahun.
Tacos terdiri dari tortilla yang diisi daging, sayuran, dan saus seperti salsa. Variasi isiannya sangat luas, mulai dari carne asada hingga al pastor.
Maroko: Tagine
Tagine adalah hidangan yang dimasak dalam wadah tanah liat berbentuk kerucut. Teknik ini memungkinkan uap air bersirkulasi sehingga menjaga kelembapan makanan.
Menurut laporan FAO, penggunaan rempah seperti kunyit, jahe, dan saffron menjadi ciri khas masakan Maroko. Tagine biasanya berisi daging domba, ayam, atau sayuran yang dimasak selama 1–2 jam.
Korea Selatan: Kimchi
(Kimchi. Sumber: Freepik)
Kimchi adalah fermentasi sayuran, terutama kubis napa, yang telah ada sejak lebih dari 2.000 tahun lalu. Pada 2013, UNESCO menetapkan tradisi pembuatan kimchi (kimjang) sebagai warisan budaya tak benda.
Data dari World Institute of Kimchi menunjukkan konsumsi kimchi di Korea Selatan mencapai sekitar 40 kg per orang per tahun. Proses fermentasi berlangsung 2 hari hingga beberapa minggu.
Brasil: Feijoada
Feijoada adalah hidangan kacang hitam dengan daging, yang berkembang pada masa kolonial Portugis. Hidangan ini biasanya disajikan setiap hari Rabu atau Sabtu di restoran tradisional Brasil.
Menurut Instituto Brasileiro de Geografia e Estatística (IBGE), kacang merupakan salah satu bahan pangan utama dengan konsumsi tinggi di Brasil, memperkuat posisi feijoada sebagai makanan nasional.
Jerman: Bratwurst
Bratwurst adalah sosis khas Jerman yang telah ada sejak abad ke-14. Data dari German Butchers’ Association menunjukkan terdapat lebih dari 1.500 variasi sosis di negara tersebut.
Bratwurst biasanya dibuat dari daging babi atau sapi, dibumbui rempah seperti marjoram, lalu dipanggang atau digoreng. Hidangan ini sering disajikan dengan roti dan mustard.
Nigeria: Jollof rice
Jollof rice adalah nasi yang dimasak dengan tomat, cabai, dan rempah. Hidangan ini populer di Nigeria dan negara Afrika Barat lainnya.
Beras menjadi makanan pokok penting di Nigeria maupun Afrika Barat dengan konsumsi meningkat setiap tahun. Jollof rice sering disajikan dalam acara besar seperti pernikahan atau festival.
Amerika Serikat: Hamburger
(Hamburger. Sumber: Freepik)
Sebagai tuan rumah Pildun 2026, Amerika Serikat dikenal dengan hamburger. Hamburger terdiri dari roti, patty daging, dan berbagai topping. Hidangan ini berkembang pesat sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi simbol kuliner global.
Kuliner memperkaya kekayaan budaya Pildun 2026
Keberagaman kuliner dari negara peserta memperlihatkan bagaimana sepak bola menjadi jembatan budaya global. Setiap hidangan membawa cerita sejarah, kondisi geografis, hingga kebiasaan sosial masyarakatnya.
Dengan memahami makanan khas negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026, penonton tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga mengenal identitas budaya dunia secara lebih luas melalui makanan tradisional yang autentik.


