BBTF 2026 komitmen targetkan pariwisata berkelanjutan

Menyambut penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, DPD ASITA Bali resmi memulai rangkaian Road to BBTF 2026 sebagai momentum konsolidasi industri dan pemerintah dalam menjaga daya saing Bali dan Indonesia di pasar global.

Update: 2026-03-30 13:50 GMT

Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Indomie

Menyambut penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, DPD ASITA Bali resmi memulai rangkaian Road to BBTF 2026 sebagai momentum konsolidasi industri dan pemerintah dalam menjaga daya saing Bali dan Indonesia di pasar global.

Konferensi pers Road to BBTF 2026 diselenggarakan pada 30 Maret 2026, dengan lokasi yang akan diumumkan kemudian.

BBTF 2026 akan kembali digelar pada Mei 2026 di Bali, mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.”

Tema ini menegaskan arah strategis pariwisata Indonesia yang semakin mengutamakan kualitas pengalaman, kekuatan budaya, dan praktik keberlanjutan yang terukur.

Gastronomi dipilih sebagai benang merah karena ia menyatukan identitas, tradisi, komunitas, dan daya saing ekonomi kreatif dalam satu narasi yang kuat.

Keberhasilan BBTF 2025 menjadi fondasi optimisme menuju 2026. Tahun ini, BBTF 2026 menargetkan 400 buyer dari 47 negara dan 250 seller.

Angka tersebut menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia tetap kuat. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tidak hanya ditentukan oleh angka transaksi, melainkan oleh kesiapan destinasi menjawab ekspektasi wisatawan yang semakin kritis terhadap isu kebersihan, tata kelola, kemacetan, serta komitmen nyata terhadap keberlanjutan.

Ketua Panitia BBTF 2026 sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra menegaskan bahwa Road to BBTF 2026 adalah momentum refleksi sekaligus komitmen bersama.

Elshinta Peduli

“Tanpa kolaborasi dan bukti nyata di lapangan dalam penggulangan cepat masalah sampah dan kemacetan, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar. BBTF bukan sekadar ajang transaksi bisnis, tetapi cermin kesiapan destinasi. Dunia melihat bagaimana Bali mengelola dirinya,” kata I Putu Winastra , Senin (30/3).

Ia menambahkan bahwa Bali perlu berbenah secara terkoordinasi dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, seluruh bupati dan walikota se-Bali, serta seluruh jajaran perangkat daerah dan pelaku industri.

“Komitmen bersama diperlukan agar perbaikan tidak bersifat sporadis, melainkan sistemik dan konsisten,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (30/3).

Optimisme tetap ada karena Bali memiliki kekuatan budaya, reputasi global, serta jejaring industri yang solid. Namun optimisme tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

 Untuk BBTF 2026, panitia menargetkan peningkatan partisipasi buyers dan sellers dari lebih banyak negara.

Jumlah final partisipasi akan diumumkan pada tahap berikutnya, namun fokus pasar diarahkan pada Eropa Barat, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta pasar emerging seperti Timur Tengah dan India.

Selain mempertahankan pasar tradisional yang loyal terhadap Bali dan Indonesia, BBTF 2026 juga akan memperluas penetrasi ke pasar-pasar dengan potensi high-spending dan minat pada experiential tourism.

Keunggulan BBTF dibandingkan partisipasi pada trade show internasional lainnya adalah kesempatan bagi buyers untuk mengalami langsung destinasi melalui rangkaian familiarization trip dan post-event tours.

Para buyers tidak hanya melakukan pertemuan bisnis, tetapi juga melihat langsung kualitas produk, destinasi, dan kesiapan layanan di lapangan.

Mereka bertemu dengan ekosistem sellers secara menyeluruh, dari DMC, hotel, atraksi, hingga produk wisata berbasis budaya dan gastronomi.

Model ini memperkuat kredibilitas transaksi dan menjaga posisi Bali sebagai leading tourism hub di Indonesia sekaligus gerbang promosi destinasi beyond Bali.

Dalam konteks nasional, BBTF 2026 sejalan dengan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang pada 2026 terus mendorong promosi terintegrasi melalui partisipasi aktif di berbagai world travel trade shows internasional, penguatan kampanye pariwisata berkualitas, serta diversifikasi pasar.

Pemerintah pusat secara konsisten mempromosikan Indonesia di pasar utama dunia melalui misi dagang, promosi digital, serta penguatan konektivitas.

BBTF menjadi platform domestik strategis yang melengkapi promosi global tersebut, karena mempertemukan buyers internasional langsung di Indonesia dengan pengalaman riil di destinasi.

Melalui Road to BBTF 2026, ASITA Bali juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar penguatan promosi internasional berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola destinasi di tingkat lokal.

Infrastruktur, pengelolaan sampah terpadu, pengaturan transportasi, serta koordinasi lintas kabupaten dan provinsi menjadi kunci menjaga reputasi Bali. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan menentukan keberhasilan menjaga kepercayaan pasar global.

BBTF 2026 bukan hanya agenda tahunan industri. Ia adalah simbol komitmen kolektif untuk memastikan Bali tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang solid, tindakan nyata, serta dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan, Bali optimis dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan Indonesia dan mitra terpercaya pasar global.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News