Garuda Spark jadi mesin pemulihan startup di tengah tahun sulit

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk menghidupkan kembali kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional di tengah tekanan berat yang dihadapi industri digital saat ini.

Update: 2026-01-05 13:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk menghidupkan kembali kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional di tengah tekanan berat yang dihadapi industri digital saat ini.

Sejak tiga bulan pertama operasionalnya di Bandung, Garuda Spark terus dibentuk sebagai hub kolaborasi yang konkret, bukan sekadar ruang inkubasi simbolik.

“Industri startup berbeda memang dari ketika baru dilahirkan dengan sekarang yang sudah penuh tantangan. Jadi bagaimana menghadapi tantangan ini bersama itulah yang dicoba dilakukan oleh Garuda Spark dengan cara membuat satu ekosistem, di dalamnya bertemu para startup, investor, pemerintah, dan lain-lain.” Ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Bandung, Senin.

Menkomdigi mengatakan, sejak diluncurkan pada 27 September 2025, Garuda Spark Bandung telah mengurasi dan mendampingi 10 startup baru yang sebagian sudah diluncurkan ke publik.

“Yang kami dorong pertama adalah confidence level. Garuda Spark hadir untuk memastikan startup tidak berjalan sendiri,” ujar Meutya.

Berbeda dengan pendekatan inkubasi konvensional, Garuda Spark dirancang sebagai ekosistem terbuka yang mempertemukan startup, investor, akademisi, komunitas, dan pemerintah dalam satu ruang kolaboratif.

Pemerintah, menurut Meutya, tidak mengambil alih peran kreatif, melainkan hadir untuk memperkuat fondasi kepercayaan dan kesinambungan.

Elshinta Peduli

Bandung dipilih sebagai percontohan nasional karena dinilai memiliki modal kreativitas, talenta, dan ekosistem yang relatif matang dibanding daerah lain.

Keberhasilan Bandung diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain, termasuk di luar Pulau Jawa.

“Reportase-reportase yang dibuat mengatakan bahwa tahun 2025 tidak mudah untuk startup se-ASEAN, dan Indonesia juga tidak terkecuali, tapi kita harus bangkit bersama-sama, karena ke depan juga belum tentu lebih mudah, kita ingin membangun kebangkitan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Meutya.

Ke depan, Garuda Spark juga diposisikan sebagai bagian dari strategi nasional transformasi digital “3T lanjutan”: terhubung, tumbuh, dan terjaga.

Startup ditempatkan sebagai motor utama pada aspek “tumbuh”, agar ruang digital diisi oleh inovasi produktif, bukan sekadar konsumsi atau aktivitas negatif.

Meutya menegaskan, Garuda Spark bukan proyek jangka pendek. Peran negara bukan sebagai regulator semata, melainkan mitra strategis bagi startup dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Ke depan itu pemerintah harus hadir bersama dengan teman-teman startup tanah air untuk bangkit.”

Setelah sebelumnya diluncurkan di Bandung, Garuda Spark hadir di Jakarta sebagai pusat kolaborasi antara pemerintah, swasta, startup, investor, dan komunitas digital. Meutya menegaskan, ke depan Garuda Spark akan diperluas ke beberapa daerah lain.

Pemerintah menargetkan 12 juta talenta digital nasional pada 2030, naik dari target sebelumnya 9 juta. Dari jumlah tersebut, Garuda Spark Innovation Hub diharapkan menyumbang tambahan 4 juta penerima manfaat, terdiri atas talenta digital dan teknopreneur.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News