AS veto resolusi PBB usulan Rusia untuk gencatan senjata Timur Tengah

Update: 2026-03-12 05:10 GMT

Arsip - Suasana forum Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Rabu (25/09/2024). ANTARA/Suwanti.

Indomie

Amerika Serikat pada Rabu (11/3)memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun Rusia menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah dan mengecam serangan terhadap warga sipil, demikian lapor RIA Novosti. Latvia juga menentang resolusi tersebut. Sembilan lainnya abstain, sementara empat negara anggota mendukung.

Dokumen yang diserahkan oleh Rusia itu meminta “semua pihak” untuk segera menghentikan permusuhan “di Timur Tengah dan sekitarnya.” Rancangan tersebut juga mengecam semua serangan terhadap warga sipil dan menyerukan semua yang terlibat dalam eskalasi untuk kembali melakukan diplomasi. Meski tidak menyebutkan negara mana pun.

Selain itu, dokumen tersebut juga mencatat “pentingnya menjamin keamanan semua negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.”

Dalam pembukaannya, DK PBB menyatakan kesedihan atas korban tewas dalam konflik tersebut dan menegaskan kembali larangan penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah suatu negara. Sebelumnya, DK PBB pada hari yang sama Rabu telah mengadopsi resolusi yang dirancang Bahrain berisi tuntutan agar Iran mengakhiri serangan terhadap negara-negara Teluk.

Namun demikian, resolusi tersebut tidak menyebutkan perihal serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel terhadap negara Republik Islam tersebut, demikian menurut laporan koresponden RIA Novosti. Tiga belas negara memberikan suara mendukung dokumen tersebut, sementara Rusia dan China abstain.

Resolusi tersebut mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, serta menuntut agar serangan tersebut segera dihentikan. Namun, resolusi itu juga tidak menyebutkan agresi AS dan Israel, serta bahkan tidak menyerukan kedua negara tersebut untuk menghentikan serangan terhadap Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News