Menlu China bicarakan kondisi Timur Tengah dengan empat negara Islam

Update: 2026-03-12 05:00 GMT

Menteri Luar Negeri China Wang Yi (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Indomie

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan panggilan telepon dengan empat menlu dari negara-negara Islam yaitu Kuwait, Bahrain, Pakistan dan Qatar untuk membicarakan perkembangan kondisi Timur Tengah. Dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah pada Senin (9/3), Wang Yi mengatakan China menghargai seruan konsisten negara-negara Teluk untuk dialog dan negosiasi.

"China akan terus berupaya untuk perdamaian, dan utusan khusus China untuk masalah Timur Tengah telah berangkat ke wilayah tersebut untuk melakukan mediasi dan akan memperkuat komunikasi dan pertukaran dengan Kuwait dan negara-negara lain," kata Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China seperti diakses ANTARA di Beijing, Kamis.

AS dan Israel, sebut Wang Yi, melancarkan serangan militer terhadap Iran saat negosiasi Iran-AS masih berlangsung dan tanpa otorisasi dari PBB sehingga merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Pada saat yang sama, kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk juga harus dihormati sepenuhnya, dan setiap serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan target non-militer patut dikutuk.

Sedangkan Menlu Sheikh Jarrah menjelaskan soal perkembangan terkini situasi regional, menyatakan bahwa Kuwait bukanlah pihak yang terlibat dalam perang tetapi tetap terdampak oleh kobaran api perang.

Elshinta Peduli

"Negara-negara Teluk termasuk Kuwait tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog sambil tetap mempertahankan hak mereka yang sah untuk membela diri. Kuwait sangat menghargai posisi dan upaya yang telah dilakukan China, dan siap untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan China untuk bersama-sama mendorong pemulihan keamanan dan stabilitas di kawasan," kata Sheikh Jarrah.

Selanjutnya dalam pembicaraa dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani pada Senin (9/3), Wang Yi megnatakan China sangat khawatir dengan situasi di kawasan Teluk telah meningkat tajam akhir-akhir ini, termasuk keamanan Bahrain.

"Sebagai mitra strategis negara-negara Teluk dan negara besar yang bertanggung jawab, China telah aktif mempromosikan perdamaian dan menghentikan perang. Jalan keluar dari kebuntuan terletak pada kembalinya dialog dan negosiasi secepatnya untuk berupaya memulihkan perdamaian," kata Wang Yi.

Sementara Menlu Al Zayani menjelaskan bahwa Bahrain selalu berkomitmen pada perdamaian dan tidak akan menjadi sasaran serangan ilegal.

"Bahrain siap bekerja sama dengan negara-negara Teluk lainnya untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok di platform bilateral dan multilateral termasuk PBB, untuk mencapai perdamaian dan stabilitas regional sesegera mungkin," ungkap Al Zayani.

Kemudian dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar pada Selasa (10/3), Wang Yi mengatakan bahwa China tidak menyetujui serangan terhadap negara-negara Teluk dan mengutuk semua serangan terhadap fasilitas sipil dan warga sipil yang tidak bersalah.

"China menghargai upaya mediasi Pakistan untuk meredakan ketegangan regional dan siap untuk mempertahankan koordinasi dan kerja sama multilateral dan bilateral dengan Pakistan, mendukung Pakistan dalam terus memainkan peran konstruktif, dan bersama-sama berupaya untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut secepatnya," kata Wang Yi.

Sementara Menlu Ishaq Dar menjelaskan soal posisi Pakistan terkait situasi di Iran dan mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan krisis saat ini melalui negosiasi damai.

Kedua menlu juga bertukar pandangan mengenai konflik perbatasan antara Pakistan dan Afganistan.

"Prioritas utama adalah mencegah eskalasi konflik dan kembali ke meja perundingan sesegera mungkin dan China dengan tegas mendukung Pakistan dalam upaya kontra-terorisme dan berharap Pakistan akan terus melakukan upaya maksimal untuk memastikan keselamatan personel, proyek, dan lembaga China di Pakistan," ungkap Wang Yi.

Terakhir, dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Selasa (10/3), Wang Yi menyatakan bahwa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China selalu menjunjung tinggi prinsip dan membela keadilan dalam urusan internasional.

"Kelanjutan perang hanya akan membawa kerugian, dan hanya akan menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat. China menyerukan gencatan senjata dan penghentian permusuhan segera, penyelesaian politik atas masalah ini, dan mendukung negara-negara Teluk untuk mengambil kendali masa depan kawasan ini," kata Wang Yi.

Sedangkan Menlu Al Thani menekankan bahwa Qatar harus mengambil langkah-langkah pertahanan diri yang diperlukan, sambil meningkatkan upaya diplomatik untuk menahan penyebaran dan eskalasi krisis.

Sebelumnya, hari pertama aksi militer AS dan Israel yang berlangsung pada 28 Februari 2026 telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengebom sebuah sekolah perempuan di Iran selatan.

Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan hingga saat ini mencapai lebih dari 1.300 orang.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News