Kim Jong Un buka peluang dialog dengan AS, China pantau situasi

Pemerintah China menyatakan terus memantau dinamika di Semenanjung Korea menyusul sinyal rekonsiliasi yang dilontarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terhadap Amerika Serikat.

Update: 2026-02-27 11:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Pemerintah China menyatakan terus memantau dinamika di Semenanjung Korea menyusul sinyal rekonsiliasi yang dilontarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terhadap Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan bahwa stabilitas di kawasan tersebut merupakan kepentingan kolektif.

"Semenanjung yang damai dan stabil serta penyelesaian masalah secara politik adalah kepentingan semua pihak," kata Mao dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (26/2).

Pernyataan ini muncul setelah Kim Jong Un, saat menutup agenda penting Partai Pekerja Korea (WPK) pada Rabu, membuka peluang pemulihan hubungan dengan Washington.

Namun, Kim memberikan syarat berat: AS harus menghentikan kebijakan permusuhan dan mengakui status Korut sebagai negara bersenjata nuklir.

Meski menawarkan dialog, laporan kebijakan lima tahun Korut menunjukkan posisi yang kontradiktif. Kim menegaskan bahwa Pyongyang tetap "sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi dengan AS di masa depan."

Kantor berita Korut KCNA melaporkan bahwa penguatan kekuatan nuklir tetap menjadi inti strategi pertahanan nasional. Hal ini mengisyaratkan bahwa Korut tidak akan meninggalkan program senjata nuklirnya dalam kondisi apa pun, kecuali terjadi perubahan geopolitik global yang drastis.

Upaya diplomasi ini terjadi di tengah kesiapan Washington untuk menghidupkan kembali dialog dengan Pyongyang sejak Donald Trump menjabat Presiden AS untuk kedua kalinya.

Meski Trump dan Kim telah bertemu tiga kali sebelumnya, perundingan nuklir kedua negara hingga kini masih menemui kebuntuan diplomatik.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News