Oman: Pintu diplomasi tetap terbuka di tengah serangan bersama ke Iran

Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad al-Busaidi, Minggu (1/3), menyatakan pintu diplomasi tetap terbuka di tengah serangan AS dan Israel ke Iran serta menyerukan agar pihak-pihak bertikai kembali ke meja perundingan dan mengingatkan agar harapan perdamaian tidak ditinggalkan.

Update: 2026-03-02 07:00 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad al-Busaidi, Minggu (1/3), menyatakan pintu diplomasi tetap terbuka di tengah serangan AS dan Israel ke Iran serta menyerukan agar pihak-pihak bertikai kembali ke meja perundingan dan mengingatkan agar harapan perdamaian tidak ditinggalkan.

"Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas - pintu diplomasi tetap terbuka. Perundingan di Jenewa telah mencapai kemajuan nyata menuju kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat (AS)," kata al-Busaidi di media sosial X.

Dia menekankan bahwa konflik yang sedang berlangsung tidak boleh menghilangkan prospek perdamaian.

"Perang tidak boleh berarti bahwa harapan perdamaian padam. Saya masih percaya pada kekuatan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini. Semakin cepat perundingan dilanjutkan, semakin baik bagi semua orang," tambahnya.

Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) pagi sementara perundingan antara Teheran dan Washington sedang berlangsung. Oman telah bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut.

Israel dan AS sebelumnya juga melakukan serangan terhadap Iran pada Juni 2025, selama putaran negosiasi Iran-AS lainnya yang juga dimediasi oleh Oman.

Pada Jumat (27/2), Menlu Oman itu mengatakan bahwa pembicaraan nuklir AS-Iran telah mencapai kesepakatan tentang “nol penimbunan” uranium yang diperkaya, termasuk pengurangan stok yang ada ke tingkat terendah dan mengubahnya menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh IAEA.

Dia mengatakan keyakinannya kepada CBS bahwa "kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita" jika diplomasi diberi "ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya."

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News