Trump ancam hukum negara-negara NATO yang tolak bantu AS serang Iran
Ilustrasi: Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. (ANTARA/HO- Xinhua/Zhao Dingzhe/pri.)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump murka atas langkah sejumlah negara sekutu di NATO yang membatasi akses AS ke pangkalan militer mereka, ungkap laporan Financial Times, Jumat. Kemarahan tersebut ditunjukkan Trump saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, kata media tersebut, mengutip pejabat dan sumber yang dekat dengan pertemuan itu.
Menurut Financial Times, Trump mengancam akan menghukum negara-negara Eropa yang ia anggap telah tidak memberi dukungan yang pantas terhadap operasi militer AS di Iran. Kemarahan Trump terhadap Prancis dan Spanyol dilaporkan mendominasi pembicaraan dengan Sekjen NATO di Gedung Putih.
Namun demikian, Trump tidak menyebutkan langkah apa yang akan ia ambil terhadap negara-negara tersebut. Sekjen NATO Mark Rutte dilaporkan memahami kekecewaan Trump terhadap aliansi pertahanan tersebut dalam pertemuan mereka yang berlangsung Rabu (8/4).
Setelah bertemu Rutte, Trump, melalui platform Truth Social pada Kamis (9/4), mengaku sangsi bahwa NATO akan membantu AS jika Washington memintanya. Pada 17 Maret, Trump mengatakan NATO telah membuat "kesalahan yang sangat bodoh" dengan tidak mendukung AS dalam operasi militernya melawan Iran.
Presiden AS itu mengaku tak terkejut bahwa mayoritas negara NATO tidak mau berpartisipasi dalam perang tersebut. Ia pun menyebut NATO sebagai aliansi "satu arah".

