BAZNAS RI dan LAZISNU PBNU kerja sama dorong pemberdayaan UMKM di empat provinsi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penyerahan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS RI dan LAZISNU PBNU yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar LC.MA, Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa S.Fil, beserta jajaran.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan akses permodalan, pengadaan sarana usaha, serta pelatihan dan pendampingan bagi UMKM yang menyasar wilayah kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta daerah yang dinilai rentan terhadap paham radikalisme. Adapun lokasi sasaran program meliputi Serang, Banten; Indramayu, Jawa Barat; Jember, Jawa Timur; serta Pringsewu, Lampung, dengan total 200 penerima manfaat.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi kepada LAZISNU PBNU atas terjalinnya kolaborasi dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat.
“Terima kasih kepada LAZISNU PBNU yang telah menjadi mitra BAZNAS RI. Program ini cukup unik karena pembahasannya sangat matang dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat miskin di lingkungan pesantren dan sekitarnya,” ujar Kiai Noor.
Ia menjelaskan, program UMKM tersebut dijalankan dengan skema pembiayaan bersama (sharing cost), yakni sebesar Rp2 miliar dari BAZNAS RI dan Rp600 juta dari LAZISNU PBNU. Dana itu akan digunakan untuk mendukung dan membina 200 UMKM di empat provinsi.
Kiai Noor berharap, kolaborasi ini menjadi model kolaborasi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai, sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan ekonomi umat.
“Program ini memberikan bantuan berupa modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan. Kerja sama ini berlangsung selama dua tahun dan menjangkau 200 penerima manfaat,” kata Habib Ali.
Habib Ali menambahkan, kerja sama program UMKM dengan BAZNAS RI merupakan yang pertama bagi LAZISNU PBNU. Ia optimistis kolaborasi tersebut akan berjalan efektif, terutama menjelang bulan Ramadan yang identik dengan penguatan solidaritas sosial.
“Ke depan, kami berharap sinergi antara LAZISNU PBNU dan BAZNAS RI terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.


