Menteri UMKM: Pasar UMKM tertekan barang impor ilegal China
Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII) menggelar Indonesia Ramadhan Expo 2026 (INRA Expo 2026) di SMESCO Exhibition and Convention Hall, Jakarta Selatan, 4-8 Maret 2026 bekerja sama dengan Yayasan Rumah Peradaban Bangsa
Sumber foto: Rhio Prasetyo/elshinta.com.
Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII) menggelar Indonesia Ramadhan Expo 2026 (INRA Expo 2026) di SMESCO Exhibition and Convention Hall, Jakarta Selatan, 4-8 Maret 2026 bekerja sama dengan Yayasan Rumah Peradaban Bangsa
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam sambutannya saat hadir dalam acara mengatakan Pasar domestik dipenuhi barang impor ilegal dari China, sehingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kesulitan bersaing meski akses pembiayaan terus meningkat.
"Yang jadi masalah sekarang ini, pada saat UMKM itu mau jual barangnya, tidak ada di pasar,” ujarnya, Rabu (3/3/2026).
Maman menjelaskan, sepanjang 2025 total alokasi kredit nasional mencapai sekitar Rp8.000 triliun dari perbankan swasta maupun BUMN. Dari jumlah itu, hampir Rp2.000 triliun telah disalurkan ke sektor UMKM.
Menurutnya, tren pembiayaan dalam 10 hingga 20 tahun terakhir terus meningkat.
Namun, ia mempertanyakan mengapa peningkatan kredit tersebut belum mampu mendorong pertumbuhan UMKM secara signifikan.
Ia menegaskan, ketika produk lokal tidak terserap pasar, dampaknya berujung pada kredit macet dan persoalan sosial.
“Pasar kita 'becek', dipenuhi dengan barang-barang impor dari China yang masuk secara ilegal,” pungkasnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Rhio Prasetyo, Kamis (5/3).
Menurut dia, praktik impor ilegal tersebut telah berlangsung lama. Ia mencontohkan adanya perbedaan data ekspor-impor antara China dan Indonesia.
Dalam catatan China, nilai barang yang diekspor ke Indonesia jauh lebih besar dibanding data impor yang tercatat di Indonesia. Selisih tersebut diduga masuk tanpa administrasi resmi dan akhirnya membanjiri pasar domestik dengan harga sangat murah


