Banjir rendam sekolah, Pemkab Serang siapkan normalisasi
Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten menyiapkan langkah normalisasi Kali Tonjong untuk mengatasi banjir yang merendam fasilitas pendidikan dan permukiman warga di Kecamatan Kramatwatu.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten menyiapkan langkah normalisasi Kali Tonjong untuk mengatasi banjir yang merendam fasilitas pendidikan dan permukiman warga di Kecamatan Kramatwatu.
Asisten Daerah II Kabupaten Serang, Febriyanto, di Serang, Rabu, mengatakan langkah ini diambil setelah meninjau langsung kondisi banjir di SMPN 2 dan SDN Tonjong sesuai instruksi Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.
"Kami menindaklanjuti perintah Bupati agar seluruh OPD terjun mendekati masyarakat terdampak. Dari hasil peninjauan, penyebab banjir selain curah hujan tinggi, juga akibat penyempitan dan pendangkalan sungai," ujarnya.
Febriyanto memastikan Pemkab Serang akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemerintah kecamatan, dan desa untuk menormalisasi sungai sepanjang 3.500 meter di kawasan tersebut.
"Insya Allah estimasi anggaran dan pengerjaan normalisasi akan berjalan mulai bulan Maret atau April 2026," katanya.
Terkait aktivitas pendidikan, Febriyanto menjelaskan bahwa siswa di SDN Tonjong dan SMPN 2 Kramatwatu tidak diliburkan sepenuhnya, namun menerapkan sistem belajar di rumah untuk sementara waktu karena kondisi sekolah yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
Selain merendam dua sekolah sejak tiga hari terakhir, banjir di Desa Tonjong juga merendam 30 rumah warga. Dalam kunjungan tersebut, Asda II turut menyalurkan bantuan logistik berupa makanan instan kepada warga.
Sementara itu, perwakilan guru SMPN 2 Kramatwatu sekaligus tokoh masyarakat setempat, Endang Sodikin mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan berharap realisasi normalisasi sungai segera terlaksana.
"Sebanyak 15 ruang kelas yang menampung 528 siswa terendam. Kami sangat menanti bantuan normalisasi kali agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali nyaman dan sekolah tidak lagi kebanjiran," tuturnya.


