Bencana geologi landa tiga wilayah di Kabupaten Bogor

Bencana geologi berupa pergerakan tanah dan longsor melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan total warga terdampak 77 kepala keluarga (KK).

Update: 2026-01-30 17:10 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Bencana geologi berupa pergerakan tanah dan longsor melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan total warga terdampak 77 kepala keluarga (KK).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan bencana tersebut terjadi di sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sukamakmur, Tenjo dan Megamendung, dengan karakteristik kejadian yang berbeda.

“Di Sukamakmur terjadi pergerakan tanah, di Tenjo juga pergerakan tanah di dua desa, sedangkan di Megamendung berupa longsoran yang berdampak pada satu rumah,” kata Ade saat mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau dampak pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Sukamakmur, Jumat.

Ia menjelaskan khusus di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, pergerakan tanah berdampak pada sekitar 60 kepala keluarga. Sebanyak 38 rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sementara rumah lainnya berada di zona tanah yang masih bergerak, sehingga dinilai tidak aman untuk dihuni.

Menurut Ade, BPBD bersama tim ahli geologi telah melakukan kajian terhadap penyebab kejadian. Hasil kajian menunjukkan wilayah terdampak memang memiliki struktur tanah yang labil dan rawan mengalami pergerakan.

“Ini kejadian yang berulang. Tahun 2024, sudah pernah terjadi, kemudian pada 2025, kembali terjadi di lokasi yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rudy mengatakan langkah pertama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah menyelamatkan warga dengan memastikan mereka segera meninggalkan lokasi rawan bencana.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Hari ini kami pastikan tidak ada lagi warga yang bermalam di tenda pengungsian,” ujar Rudy saat meninjau lokasi bencana.

Elshinta Peduli

Untuk penanganan darurat, Pemkab Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara sebesar Rp750 ribu per bulan per kepala keluarga selama enam bulan. Bantuan tersebut dibayarkan sekaligus menggunakan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Biaya sewa rumah kami bayarkan untuk enam bulan pertama agar warga bisa segera tinggal di tempat yang aman dan layak,” kata Rudy.

Selain relokasi sementara, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga terdampak. Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Bank BJB untuk mempercepat proses administrasi pencairan bantuan, termasuk membuka layanan hingga akhir pekan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News