BMKG: Aktivitas sesar aktif kembali picu gempa di Koltim Rabu sore
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif kembali menyebabkan gempa bumi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif kembali menyebabkan gempa bumi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini terjadi pada pukul 17.07 Wita, dengan episenter terletak pada koordinat 4,10 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,87 derajat Bujur Timur (BT).
"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 kilometer selatan Kolaka Timur pada kedalaman tiga kilometer," kata Nasrol Adil.
Ia menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut.
"Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan (shakemap), getaran dirasakan di wilayah Kolaka Timur dengan skala intensitas III MMI, dimana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang berlalu," ujarnya.
Nasrol Adil mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa bumi tersebut.
"Selain itu berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 17.35 Wita, belum menunjukkan adanya tanda-tanda kejadian gempa bumi susulan (aftershock)," jelas Nasrol Adil.
Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
"Masyarakat dapat memantau informasi terkini melalui laman resmi www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, maupun melalui aplikasi mobile Info BMKG untuk mendapatkan data yang akurat dan cepat," tambah Nasrol Adil.

