BMKG sebut aktivitas sesar aktif sebabkan gempa bumi di Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif menyebabkan gempa bumi tektonik mengguncang Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif menyebabkan gempa bumi tektonik mengguncang Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 08.10 Wita.
"Wilayah Kota Kendari diguncang gempa bumi tektonik," kata dia.
Dia menyebutkan berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter dengan magnitudo 2,1.
Ia menyampaikan bahwa episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,06 lintang selatan dan 122,46 bujur timur.
"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 kilometer barat daya Kendari, Sultra, pada kedalaman 5 kilometer," ujarnya.
Dia mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Nasrol Adil menjelaskan berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan yang dirasakan di Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dengan skala intensitas II-III MMI.
"Atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, dan terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu," katanya.
Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hingga pukul 08.35 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ucap Nasrol Adil.


