Disdik Banjar terapkan PJJ akibat banjir rendam ratusan sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa akibat ratusan sekolah terendam banjir.

Update: 2026-01-05 10:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa akibat ratusan sekolah terendam banjir.

Sebanyak 210 satuan pendidikan di Kabupaten Banjar terdampak bencana banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Disdik Banjar Liana Penny di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu, mengatakan berdasarkan data, jumlah tersebut terdiri atas 116 sekolah dasar (SD), 20 sekolah menengah pertama (SMP), serta 74 PAUD dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Dia mengatakan banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah. Sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman dan 169 sekolah lainnya tergenang air hingga ruang kelas sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke PJJ,” katanya.

Kebijakan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026, yang mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan.

Elshinta Peduli

Dia mengatakan proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai media daring maupun luring, seperti WhatsApp, Google Classroom, dan modul belajar mandiri.

Sekolah juga diminta melakukan penyesuaian kurikulum dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi terkait kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana.

Satuan pendidikan di wilayah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Disdik Banjar akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait. PTM akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.

“Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News