Gubernur Mualem tinjau lokasi pengungsi korban banjir di Sawang Aceh Utara
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meninjau langsung dua lokasi pengungsian warga korban bencana hidrometeorologi di Desa Gunci, Dusun Lhok Pungki, dan Desa Riseh Teunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin malam, 12 Januari 2026.
Sumber foto: Hamdani/elshinta.com.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meninjau langsung dua lokasi pengungsian warga korban bencana hidrometeorologi di Desa Gunci, Dusun Lhok Pungki, dan Desa Riseh Teunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin malam, 12 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para penyintas satu bulan pasca bencana.
Di Desa Gunci, Dusun Lhok Pungki tersebut tercatat sebanyak 85 kepala keluarga dan di Desa Riseh Teunong sebanyak 30 kepala keluarga terpaksa mengungsi setelah hujan lebat yang menyebabkan meluapnya aliran sungai dan banjir bandang yang mengakibatkan rumah-rumah warga tergenang dan hancur. Aceh Utara memang menjadi salah satu daerah yang terdampak paling serius akibat cuaca ekstrem yang melanda Aceh dan Sumatera akhir tahun lalu.
Gubernur Mualem dalam kunjungan itu didampingi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Salmawati, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, termasuk Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.
Rombongan meninjau tenda-tenda pengungsian, dapur umum, serta fasilitas darurat yang digunakan warga selama masa evakuasi.
Selain berdialog dengan warga, Gubernur juga memantau langsung kondisi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya yang berada di pengungsian tersebut.
Sementara itu,Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang mengatakan,prioritas utama sangat mendesak saat ini adalah penghubung utama antar desa butuh perbaikan jembatan darurat segera dibangun mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama untuk menuju pusat Kecamatan Sawang,"pintanya
"Akses jembatan yang diterjang banjir itu untuk menghubungkan Dusun Lhok Pungki Gampong Gunci lhok Cut,Desa Kubu,dan Blang Cut.Untuk aktifitas warga saat ini melalui Rakit penyeberangan untuk antara anak sekolah ataupun keperluan lainnya,kalaumenggunakan alternatif lain sangat jauh menuju ke pusat kota kecamatan sawang Aceh Utara," tutupnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Selasa (13/1).

