Gubernur Sumut: Rekonstruksi bronjong dan hunian di Tapteng dipercepat

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan rekonstruksi pascabencana berupa pembangunan bronjong dan hunian warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dipercepat.

Update: 2026-04-15 02:00 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan rekonstruksi pascabencana berupa pembangunan bronjong dan hunian warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dipercepat.

"Kunjungan ini memastikan percepatan rekonstruksi pembangunan bronjong serta rehabilitasi permukiman warga," ungkap Bobby di Tapanuli Tengah, Selasa.

Ia telah meninjau kondisi sempadan sungai dan menemui warga Tapteng yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 itu.

Adapun titik yang dikunjungi meliputi Sungai Panjaitan di hilir pertemuan Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang, kemudian Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan.

Sedangkan panjang bronjong yang akan dibangun mencapai 400 hingga 600 meter di dua titik, dan penentuan ini sesuai skala prioritas wilayah berisiko tinggi terdampak banjir.

"Kedua lokasi ini mengalami kerusakan bronjong pada jalur tikungan sungai," ujar Bobby.

Gubernur mengatakan, bronjong di hilir pertemuan kedua sungai dan di Sungai Aek Sibuluan sebelumnya hancur tergerus banjir serta menyebabkan longsor dan merusak permukiman warga.

Proses rekonstruksi kali ini membutuhkan pemetaan lebih komprehensif, mengingat akses menuju lokasi pembangunan bronjong melewati kawasan padat penduduk.

"Arus air deras menghantam bronjong dan membuat tanahnya ambles. Bahkan puluhan meter tanah kini berubah menjadi aliran air sungai," ucap Bobby.

Elshinta Peduli

Gubernur juga menyiapkan solusi bagi warga Tapteng yang kehilangan rumah dan lahan melalui program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Selain itu, Pemprov Sumatera Utara juga akan menangani sejumlah titik sesuai kewenangan.

"Ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi, maka ini kita menanggungjawabi. Kalau bisa ada tanah (tapak rumah, red) penggantinya, kita bebaskan lahannya dan bangun rumahnya sampai selesai," jelasnya.

Ia mengatakan, Pemprov Sumut juga akan meminta lahan yang lama untuk dibangun bronjong. "Lahan yang lama, kami minta warga merelakannya untuk kita bangun bronjong," tegas Bobby.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumut Gibson Panjaitan menyampaikan, pembangunan bronjong ini menggunakan sistem pasak bumi agar lebih kokoh dan tahan terhadap arus deras.

"Kendala selama ini adalah kondisi permukiman padat serta perlunya persetujuan warga terdampak agar pembangunan berjalan. Tadi pak gubernur sudah turun meminta dukungan masyarakat," jelasnya.

"Instruksi pak gubernur, paling lama kita mulai itu Juni 2026. Kalau kendala di lapangan bisa teratasi, maka waktu pengerjaannya bisa lebih cepat," tambah Gibson.

Elshinta Peduli

Similar News