Kisah Rojali, penyintas banjir Aceh Tamiang bangkit lewat dapur umum BAZNAS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan konsumtif bagi pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Update: 2026-03-20 09:00 GMT

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Indomie

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan konsumtif bagi pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan, BAZNAS melibatkan langsung para penyintas untuk mengelola dapur mandiri sebagai bagian dari pemulihan mental dan pemberdayaan masyarakat di masa darurat.

Salah satunya adalah Muhammad Rojali (44), seorang penyintas yang rumahnya hanyut tak bersisa diterjang banjir bandang pada November lalu. Sejak Januari, ia memilih bergabung menjadi relawan masak di dapur umum BAZNAS demi membantu warga lain yang bernasib sama.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja, saya ingin ikut berbuat sesuatu,” ungkap Rojali saat ditemui di tenda pengungsiannya di Desa Lubuk Sidup.

Rojali yang kini tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya juga bercerita dapur umum ini menjadi tumpuan gizi masyarakat di tengah kesulitan ekonomi pascabencana. "Sangat bermanfaat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu membeli sendiri, tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi," tambahnya.

Setiap harinya, dapur umum ini mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan. Uniknya, operasional dapur ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar secara bergantian, mulai dari memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

Rojali menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah hadir. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah membantu kami setiap hari melalui dapur umum ini. Bantuan ini sangat memberikan semangat bagi kami para relawan dan penyintas. Semoga BAZNAS terus maju, dan para donatur diberikan keberkahan serta kesehatan karena telah peduli pada nasib kami di pengungsian," ucap Rojali.

Elshinta Peduli

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, Lc., M.A., menegaskan pelibatan masyarakat dalam dapur umum adalah strategi BAZNAS untuk memberdayakan masyarakat dan membangun kembali mentalitas warga terdampak bencana.

"Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong. Kita ingin mustahik terlibat aktif sehingga muncul rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di masa pemulihan ini," jelas Subhan dalam keterangannya di Jakarta, pada Kamis (19/3/2026).

Subhan menambahkan, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi. "Kisah Pak Rojali membuktikan zakat mampu menggerakan orang untuk membantu sesama. Kekuatan solidaritas dan gotong royong inilah yang akan menguatkan Indonesia kembali pascabencana," ujarnya

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News