Penyintas di huntara Agam olah bantuan sembako jadi kue Lebaran

Penyintas bencana hidrometeorologi yang tinggal di hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memanfaatkan bantuan sembako untuk membuat kue khas Lebaran.

Update: 2026-03-18 13:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Penyintas bencana hidrometeorologi yang tinggal di hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memanfaatkan bantuan sembako untuk membuat kue khas Lebaran.

Di tengah keterbatasan, aktivitas membuat kue di huntara pada Rabu, terlihat dilakukan secara sederhana di dapur sederhana huntara dengan peralatan seadanya. Salah seorang penyintas, Yeni (44), mengatakan sebagian besar bahan yang digunakan berasal dari bantuan, sementara kebutuhan tambahan hanya dibeli secukupnya.

“Ini tepungnya juga dikasih, semuanya dikasih. Yang kita beli cuma itu lagi bawang. Tepungnya ada, gulanya ada, minyaknya ada, telur ada. Tinggal kita beli bawang aja lagi,” kata Yeni yang sedang membuat kue tradisional khas Lebaran bernama Kue Bawang.

Ia mengaku ide tersebut muncul dari keinginannya untuk tetap menghadirkan suasana Lebaran, terutama kepada dua orang anaknya, meski masih berupaya keluar dari trauma akibat bencana yang menimpanya pada November 2025 lalu.

“Yang penting kuenya jadi, enak, sudah gitu. Anak-anak juga suka Kue Bawang ini. Tetap semangat menyambut Lebaran ini,” ucapnya.

Ia pun sengaja memilih Kue Bawang yang metode pembuatannya bisa dibuat menjadi lebih sederhana dan tidak memerlukan peralatan seperti oven.

“Kita bikin saja secara manualnya. Kayak (zaman) dulu lagi, digunting-gunting saja. Tempat kita juga tidak ada yang besar, yang kecil-kecil saja ini, mejanya juga tidak ada. Ya begini lah, ini saja alat-alatnya,” jelas Yeni.

Elshinta Peduli

Pembuatan kue Lebaran secara sederhana juga dilakukan oleh Jesmaneli. Kendati tidak memanfaatkan isi dari bantuan sembako, ia memilih membuat Kacang Tojin yang proses pembuatannya sangat sederhana. Hanya perlu merebus kacang dengan bumbu-bumbu giling halus, lalu kacang siap digoreng.

“Cuma buat Kacang Tojin saja. Selebihnya nanti apa yang dimau anak, beli saja sedikit. Karena kalau bikin-bikin yang ribet-ribet, alat-alatnya susah, tidak ada alatnya, mixer tidak ada,” katanya.

Selain membuat kue khas Lebaran, Jesmaneli mengatakan dia tidak membeli baju Lebaran karena baru saja mendapat paket bantuan pakaian dan perlengkapan ibadah, sementara kebutuhan anak-anaknya juga dinilai sudah mencukupi dari bantuan sebelumnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News