Pascabencana, sumur warga kering, BPBD Padang suplai air bersih
Dua kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami krisis air bersih. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang kembali mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak krisis air bersih akibat sumur warga mengalami kekeringan.
Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Dua kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami krisis air bersih. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang kembali mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak krisis air bersih akibat sumur warga mengalami kekeringan.
Mutia warga Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, salah seorang warga yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Warga RT 01 RW 02, Gunung Nago ini sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan memasak dan mandi.
Ia mengatakan, krisis air bersih berlangsung pasca bencana Sumatera akhir November 2025. Sejak itu, air bersih untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci pakaian sangat dibutuhkan warga, karena sumur warga kering. Air bersih yang disalurkan melalui sistem pipanisasi terganggu.
Sementara itu, pendistribusian air bersih bagi warga yang mengalami krisis air bersih di dua kecamatan di Kota Padang, yaitu Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.
Berdasar data yang diperoleh pendistribusian air bersih dilakukan di 37 titik di dua kecamatan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan di dua kecamatan yang menjadi perhatian utama.
"Dua kecamatan ini menjadi perhatian utama pendistribusian," sebut Al Banna seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Senin (19/1).
Ia mengatakan, armada yang beroperasi untuk pendistribusian air bersih terdapat dua unit berikut enam petugas masing-masing satu armada teridiri dari tiga orang.
Petugas yang mendistribusikan air bersih bertugas mulai jam 09:00 wib hingga jam 04:00 wib dinihari, karena wilayah terdampak sangat luas sementara armada terdapat dua unit.
Al Banna berharap kepada BNPB menambah armada untuk kebutuhan pendistribusian air bersih, sehingga pendistribusian bisa lebih maksimal dan lebih cepat.
Ia meminta kepada warga untuk bersabar dan antri dengan tertib. BPBD Kota Padang berupaya secara maksimal mendistribusikan air bersih bagi warga.
Warga di dua kecamatan di Kota Padang, mengalami krisis air bersih pasca bencana, karena sumur warga kekeringan akibat bendungan Batang rusak dihantam banjir bandang yang terjadi akhir November 2025.
Akibat rusaknya bendungan yang berada di Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, tersebut berimbas langsung terhadap sumur warga dan irigasi terganggu.
Sumur warga di dua kecamatan kering dan warga mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah Kota Padang maupun lembaga lain.


