Pedagang di Pasar Pariaman terima bantuan dampak bencana
Sebanyak 109 pedagang di Pasar Pagi dan Pasar Basah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan bantuan beras dari pemerintah setempat karena dinilai menjadi salah satu pihak yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sebanyak 109 pedagang di Pasar Pagi dan Pasar Basah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan bantuan beras dari pemerintah setempat karena dinilai menjadi salah satu pihak yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
"Pedagang pasar merupakan salah satu kelompok yang paling cepat merasakan dampak ekonomi saat bencana terjadi," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Minggu.
Ia mengatakan bantuan yang disalurkan pada Sabtu (10/1) tersebut diberikan sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi para pedagang karena terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia menyampaikan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Pariaman beberapa waktu lalu sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan bahkan kemudian menurunkan daya beli masyarakat sehingga berdampak pada pendapatan para pedagang kecil di daerah itu.
"Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan mereka (pedagang) tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga di masa sulit ini," katanya.
Ia berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat meningkatkan semangat pedagang kembali dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehingga secara tidak langsung meningkatkan perekonomian daerah.
Namun, lanjutnya ia meminta para pedagang ikut serta menata kerapian lapak yang berada di pinggiran jalan agar para pembeli merasa nyaman saat berbelanja di pasar tersebut.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Pariaman Alyendra mengatakan bantuan yang diberikan berupa beras yang masing-masing penerima mendapatkan 5 kilogram.
"Yang mendapatkan bantuan tidak semua pedagang tapi hanya pedagang kaki lima, salah satunya pedagang sayuran," ujarnya.
Bantuan tersebut, lanjutnya hanya untuk dikonsumsi penerima yang diharapkan dapat mengurangi beban mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Diketahui Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi dari 21 hingga 28 November. Setidaknya Pemerintah Kota Pariaman merilis daerah itu mengalami banjir di 121 lokasi, longsor enam lokasi, dan puluhan pohon tumbang.
Akibat cuaca ekstrem tersebut lima ruas jalan amblas, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah rusak, dinding penahan di sejumlah aliran sungai di Pariaman juga rusak akibat dihantam banjir. Puluhan hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah juga terendam banjir.
58 unit rumah warga Pariaman statusnya menjadi tidak layak huni sehingga penghuninya harus diungsikan guna mengantisipasi kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan jatuhnya korban
Akibat cuaca ekstrem tersebut membuat aktivitas berbelanja di pasar sepi bahkan aktivitas wisata pun tidak berjalan dengan baik sehingga tidak saja mempengaruhi perekonomian pedagang namun juga perkembangan perekonomian daerah itu.


