Tahun 2025 terjadi 125 gempa bumi di Papua

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Ir. Herlambang Hudha mengatakan, Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat selama tahun 2025, telah terjadi gempa bumi sebanyak 5141 kejadian.

Update: 2026-01-03 14:10 GMT

Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Ir. Herlambang Hudha mengatakan, Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat selama tahun 2025, telah terjadi gempa bumi sebanyak 5141 kejadian.

Kejadian melingkupi Pulau Papua dari Sorong di sebelah barat ampai dengan Jayapura di Timur. “Gempabumi yang terjadi terdistribusi berdasarkan Magnitude (M) M<3 sebannyak 3799 kejadian , 35 sebanyak 18 kejadian. Berdasarkan kedalaman (D), D<60 Km sebanyak 4856 kejadian, 60300 Km sebanyak 1 kejadian,” ujar Herlambang, Sabtu (3/1/2026).

Ia menyebut, selama 2025 tercatat gempa bumi terasa sebanyak 125 kejadian dengan rincian M<3 sebanyak 12, 35 sebnayak 11 kejadian. Pada tahun 2025 ini terjadi 2 kali gempa bumi merusak.

Selanjutnya, pada 12 Agustus 2025, juga terjadi gempa bumi dengan magnitude M = 6.4 kedalaman 27 km Tenggara SARMI-PAPUA. Kemudian bulan bulan berikutnya 16 Oktber 2025 di SARMI terjadi gempa merusak dengan magniuted M = 6.6. Kedua kejadian ini mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat di Kabupaten Sarmi.

“Dari data kejadian gempa bumi di atas, dapat disimpulkan bahwa, Pulau Papua dan sekitarnya serta Kota Jayapura merupakan daerah dengan tingkat seismisitas sangat tinggi,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Herlambang mengimbau kepada masyarkat untuk selalu waspada dengan kondisi lingkungan masing masing. Masyarakat juga dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap germpa bumi dan kejadiaan ikutannya seperti tsunami, longsor, likuifaksi, gagal struktur.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News