Tim SAR Gabungan berhasil temukan seluruh korban longsor di Sembahe
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Operasi SAR yang dimulai sejak Selasa malam tersebut melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan fokus utama pencarian korban yang masih dinyatakan hilang. Tim Rescue Kantor SAR Medan terus melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan serta mendirikan Posko SAR sebagai pusat kendali operasi.
Selanjutnya, pada pukul 03.15 WIB, tim melakukan assessment awal di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dan langsung melaksanakan pencarian menggunakan metode line hail (penyapuan satu arah) dengan luas area sekitar ±500 meter persegi.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 04.08 WIB, di mana korban pertama atas nama Rizki Sembiring (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi menuju RS Pancur Batu, Deli Serdang.
Tidak berselang lama, pada pukul 06.15 WIB, tim kembali menemukan korban atas nama Boy Simorangkir (48), Pukul 06.40 Wib korban an. Rosilawati Ginting (48) dan Pukul 06.48 Wib korban an. Jamilah Br. Ginting (49) dalam kondisi meninggal dunia, yang selanjutnya juga dievakuasi ke rumah sakit yang sama.
Memasuki pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan assessment lanjutan di area terdampak guna menentukan titik-titik prioritas pencarian berikutnya bersamaan dengan itu Tim memastikan data korban yang masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan data , jumlah korban dalam peristiwa ini adalah:
Selamat: 1 orang (Sehat Br Tarigan, 70 tahun)
Meninggal Dunia (MD): 5 orang
Gobal (39)
Rizki Sembiring (14)
Boy Simorangkir (48)
Jamilah Ginting (49)
Rosilawati Ginting (48)
Pelaksanaan operasi SAR dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama kondisi akses jalan menuju lokasi yang mengalami kemacetan serta licin akibat material longsoran, sehingga memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas Persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim serta efektivitas metode pencarian.
“Pada hari kedua operasi, kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi dua SRU, di mana satu tim fokus pada penyisiran manual menggunakan metode line hail, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mengangkat material longsoran. Meski, kondisi medan yang berat serta akses jalan yang licin menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi, namun seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar Hery Marantika seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Rabu (8/4).
Dengan Telah Ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan kehilangan maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, Seluruh unsur SAR gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.


