Dinkes: Sisa makanan siswa SMA 2 Kudus diuji di laboratorium
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyatakan pengujian sampel di laboratorium untuk mengungkap penyebab siswa SMA Negeri 2 Kudus yang diduga keracunan tidak hanya sisa makanan, tetapi juga muntahan siswa.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyatakan pengujian sampel di laboratorium untuk mengungkap penyebab siswa SMA Negeri 2 Kudus yang diduga keracunan tidak hanya sisa makanan, tetapi juga muntahan siswa.
"Selain sisa makanan yang disajikan, yakni soto, juga ada sampel muntahan siswa untuk dilakukan pengujian di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan BPOM," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam di Kudus, Senin.
Sementara hasil dari uji laboratorium guna memastikan menu makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan untuk para siswa SMA Negeri 2 Kudus ada yang menjadi penyebab siswa muntah, mual, dan kepala pusing menunggu waktu antara lima hari hingga sepekan.
Terkait adanya informasi siswi SMA Negeri 2 Kudus yang meninggal, kata dia, setelah menugaskan jajarannya, ternyata siswi tersebut memiliki riwayat penyakit kanker yang cukup lama.
"Sehingga, meninggalnya tidak ada korelasinya dengan dugaan keracunan MBG," ujarnya.
Sebelumnya, imbuh dia, juga ada kunjungan dari BBPOM Jateng dan pusat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kudus Darsono menambahkan pengiriman sampel untuk diuji di laboratorium dilakukan pada Kamis (29/1).
Kasus dugaan keracunan tersebut, mengakibatkan 131 siswa harus mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/1). Sehingga, mereka juga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera.
Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dari lebih dari seratus siswa yang dirujuk pada Kamis (29/1), tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun, seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang.
Untuk menangani kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMA Negeri 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat.


