Ini 13 korban selamat pesawat Cessna 208 Caravan yang mendarat darurat di bibir Pantai Nabire
Sebuah pesawat milik maskapai PT. Smart Cakrawala Aviation dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan melakukan pendaratan darurat (emergency landing) di bibir pantai dekat Bandara Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026) siang.
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.
Sebuah pesawat milik maskapai PT. Smart Cakrawala Aviation dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan melakukan pendaratan darurat (emergency landing) di bibir pantai dekat Bandara Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026) siang.
Pesawat jenis Cessna 208 Caravan tersebut mengangkut 13 orang, yang terdiri dari 11 penumpang dan 2 kru pesawat. Seluruh kru dan penumpang dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Nabire pukul 12.54 WIT dengan tujuan Kaimana. Namun, sesaat setelah mengudara, mesin pesawat mengalami gangguan teknis.
Pilot in Command (PIC) sempat memutuskan untuk melakukan prosedur Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal. Namun, karena daya dorong mesin terus menurun secara signifikan, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di bibir pantai sekitar Runway 17 Bandara Nabire pada pukul 13.17 WIT.
Pesawat yang mengalami insiden adalah Cessna 208 Caravan dengan mesin Pratt & Whitney dan nomor registrasi 208B-2341
Segera setelah kejadian, pada pukul 13.20 WIT, Basarnas melalui Pos SAR Nabire berkoordinasi dengan pihak Airnav dan instansi terkait untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pengumpulan data. Kantor SAR Biak juga telah disiagakan untuk mendukung operasi bantuan.
Sebanyak 13 orang yang berada di dalam pesawat dinyatakan selamat:
1. Captain Tania K (PIC)
2. FO Bagus (SIC)
3. Yosua Maniba
4. Yantinus Iyai
5. Yunus Bastira
6. Baharudin Rada
7. Muh. Rada
8. Barandina Awujani
9. Nonce Bari
10. Muh. Ridho
11. Iwan
12. Maria Komboy
13. Juprianto
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti gangguan mesin yang dialami pesawat PK-SNS tersebut.
Dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan kondisi di lokasi saat ini terpantau kondusif di bawah pengawasan otoritas bandara dan tim SAR Gabungan.


