SAR evakuasi sembilan penumpang kapal mati mesin di Kepulauan Aru

Tim SAR gabungan mengevakuasi sembilan penumpang sebuah kapal motor kayu yang mengalami mati mesin dalam perjalanan dari Desa Selibata tujuan Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Update: 2026-02-19 12:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Tim SAR gabungan mengevakuasi sembilan penumpang sebuah kapal motor kayu yang mengalami mati mesin dalam perjalanan dari Desa Selibata tujuan Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

"Operasi SAR guna mencari dan mengevakuasi para korban dilakukan setelah adanya laporan masuk ke Pos SAR Dobo dari Ny. Istia yang merupakan seorang pendeta," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku Muhamad Arafah di Ambon, Kamis.

Tiga dari sembilan penumpang kapal motor kayu ini di antaranya masih anak-anak berusia antara 8 hingga 12 tahun.

Menurut dia, Ny, Istia melaporkan pada tanggal 19 Februari 2026 sekitar pukul 00:05 WIT pada tanggal 18/02 namun saat tiba di sekitar Perairan Desa Nafar kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing.

Unit Siaga SAR Dobo yang menerima informasi bahwa telah terjadi kecelakaan kapal berpenumpang sembilan orang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di sekitar Perairan Desa Nafar meminta bantuan SAR.

"Usai menerima informasi tersebut pukul 00.25 WIT, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Dobo dan BPBD Dobo dikerahkan menggunakan RIB USS Dobo menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°57'45"S - 134°17'59"E, Jarak -+ 13,7 Nautical Mile dengan Heading 160° arah selatan dari Unit Siaga SAR Dobo," ucapnya.

Pada pukul 01.08 WIT dini hari, kapal motor kayu yang mengalami mati mesin berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan tidak jauh dari lokasi kejadian awal.

Elshinta Peduli

"Setelah ditemukan, seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke atas RIB dan dievakuasi menuju Kota Dobo dan diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 02:40 WIT," ujarnya.

Para penumpang yang berhasil diselamatkan adalah Hein (30), Erwin (31), Leonadus (45), Engka Istia (36), Dimas Mangar (17), Eros Munabeai (36), Kenzi Mangar (11), Febrian Mangar (12), serta Kayla Mangar (8).

Pada 2 Februari 2026, sebuah kapal penangkap cumi berpenumpang 16 orang juga mengalami musibah di Perairan Kepulauan Aru dimana delapan orang selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia dan empat lainnya dinyatakan hilang.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News