Bertemu Marles, Menhan Sjafrie bahas fasilitas pelatihan militer di Morotai

Update: 2026-03-12 07:27 GMT

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil PM sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Kamis (12/3)

Indomie

Bertemu Marles, Sjafrie bahas pertahanan hingga fasilitas pelatihan militer di Morotai

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Pertemuan bilateral itu membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara hingga rencana pengembangan fasilitas pelatihan militer di Morotai, Maluku Utara.

Sjafrie mengatakan pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut diawali dengan pembicaraan empat mata antara dirinya dan Marles. Dalam pertemuan itu, keduanya bertukar pandangan mengenai kebijakan pertahanan masing-masing negara serta perkembangan situasi global yang memengaruhi stabilitas kawasan.

“Kami saling bertukar pandangan mengenai pengelolaan kebijakan pertahanan nasional, khususnya untuk menjaga stabilitas dalam negeri,” kata Sjafrie kepada sejumlah wartawan, Kamis siang.

Selain membahas kerja sama bilateral, kedua negara juga mendiskusikan kemungkinan pengembangan kerja sama trilateral di kawasan. Salah satunya melibatkan Indonesia, Australia, dan Papua Nugini dalam peningkatan profesionalisme pertahanan.

“Bilateral cooperation Indonesia dan Australia ini kita kembangkan dengan trilateral, yaitu Indonesia, Papua Nugini, dan Australia, khususnya dalam rangka profesionalisme pertahanan,” ungkapnya.

Elshinta Peduli

Menurut Sjafrie, terdapat pula gagasan kerja sama trilateral lain yang melibatkan Jepang dalam peningkatan kapasitas dan profesionalisme militer.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membicarakan kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan militer di Morotai.

Wilayah tersebut memiliki nilai historis karena pernah digunakan sebagai pangkalan militer pada masa World War II.

“Morotai dulu digunakan pada Perang Dunia Kedua sehingga infrastrukturnya masih ada. Ke depan akan kita perbaiki dan gunakan bersama,” kata Sjafrie.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas percepatan implementasi Jakarta Treaty yang sebelumnya ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada Februari lalu.

Sebagai tindak lanjut, kedua kementerian pertahanan menandatangani dokumen implementasi perjanjian tersebut melalui Direktur Jenderal Strategi dari masing-masing kementerian.

Sjafrie menilai hubungan personal antarpejabat kedua negara turut berperan dalam memperkuat hubungan bilateral. “Hubungan negara dengan negara sangat tergantung pada hubungan personal di dalam institusi masing-masing,” ujarnya.

Heru Lianto/Ter


Elshinta Peduli

Similar News