Polres Situbondo minta bantuan Tim Gegana sterilisasi lokasi ledakan
Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur meminta bantuan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jatim untuk menserilkan lokasi ledakan petasan yang mengakibatkan tujuh orang terluka dan satu korban di antaranya meninggal dunia pada Rabu.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur meminta bantuan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jatim untuk menserilkan lokasi ledakan petasan yang mengakibatkan tujuh orang terluka dan satu korban di antaranya meninggal dunia pada Rabu.
Rumah milik Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat yang diduga berasal dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumahnya, pada Rabu (18/2) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kami belum bisa melakukan oleh tempat kejadian perkara atau TKP karena tidak memiliki kemampuan dan meminta bantuan Tim Gegana Polda Jatim," kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie di lokasi kejadian, Rabu sore.
Saat ini, lanjut dia, personel Polres Situbondo mengamankan area sekitar lokasi kejadian dengan memasang garis polisi sembari menunggu Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan sterilisasi di lokasi.
Karena, menurut Kapolres Bayu, di bawah reruntuhan bangunan rumah yang menjadi sumber ledakan hebat itu ditengarai masih ada serbuk dan bahan petasan lainnya yang dikhawatirkan membahayakan.
"Setelah tim penjinak bom dari Satbrimob Polda Jatim datang dan sterilisasi di lokasi kejadian, baru kami dari Polres Situbondo akan melakukan olah TKP," kata Kapolres Bayu.
Kapolres menambahkan, polisi juga menemukan dan mengamankan sejumlah selongsong petasan terbuat dari kertas dari lokasi kejadian.
Salah seorang warga setempat, Dandi mengaku terkejut setelah mendengar suara ledakan cukup kuat dari rumah Ibu Kulsum.
"Rumah saya tiga rumah dari sumber ledakan, dan setelah saya melihat kondisi rumah sudah ambruk," katanya.
Akibat ledakan diduga kuat serbuk petasan, tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang dan satu korban lainnya atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Enam korban lainnya yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah dibawa ke RSUD Asembagus, sedangkan satu korban Abdurrahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami luka bakar cukup parah hingga 90 persen.


