Relokasi pedagang sayur Bitingan ke Pasar Saerah diwarnai penolakan sebagian pedagang

Proses relokasi pedagang sayur dari Pasar Bitingan Desa Ploso ke Pasar Saerah Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kamis malam (8/1) diwarnai aksi penolakan dari sebagian pedagang.

Update: 2026-01-09 08:00 GMT

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Proses relokasi pedagang sayur dari Pasar Bitingan Desa Ploso ke Pasar Saerah Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kamis malam (8/1) diwarnai aksi penolakan dari sebagian pedagang. Bahkan ada yang memasang spanduk di kawasan Pasar Bitingan berisikan "Jangan Anak Tirikan Kami, Pindah Satu Pindah Semua".


Rencana relokasi ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan tempat berdagang yang lebih layak, aman, dan representatif bagi para pedagang, sebab selama ini para pedagang sayur berjualan mengunakan trotoar dan sebagian jalan sehingga menganggu arus lalu lintas.


Relokasi berawal dari keprihatinan Bupati Sam’ani melihat kondisi pedagang sayur yang selama ini berjualan di bahu dan pinggir jalan tanpa perlindungan memadai. Melalui pendekatan humanis dan kekeluargaan, para pedagang diajak berpindah ke Pasar Saerah yang dikelola salah satu perusahaan di Kudus.


"Kalo kita lihat seperti sekarang kondisinya hujan, kasihan kan tidak ada atap, jadi kita geser ke sini. Semoga saudara-saudara kita naik kelas, kalau dulu di pinggir jalan, sekarang punya tempat sendiri,” ujar Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (9/1).


Bupati menegaskan bahwa proses relokasi dilakukan dengan dialog terbuka dan saling menghargai. Perbedaan pendapat selalu diterima, namun pemerintah daerah berkomitmen merangkul seluruh pedagang agar dapat terakomodir dengan baik.


"Kita tetap dengan pendekatan yang humanis, kekeluargaan. Kami mencoba memanusiakan, berdayakan, dan sediakan tempat yang lebih layak. Bisa dilihat, di sini tempatnya representatif,” tegasnya.

Elshinta Peduli


Bupati berterima kasih kepada pengelola Pasar Saerah yang telah mendukung upaya relokasi dengan memberikan fasilitas gratis selama tiga bulan pertama. Selain los dan kios yang telah ditata rapi, biaya listrik juga ditanggung oleh pengelola.


"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk kepada pengelola, sudah menggratiskan selama tiga bulan pertama. Kita dorong agar para pedagang berdaya,” lanjut Bupati.


Bupati juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi para pedagang setelah relokasi berjalan. Aspek kebersihan, pengelolaan sampah, ketertiban, dan keamanan akan difasilitasi oleh Pemkab Kudus.

Sementara itu, pantauan pada Jumat (9/1) di kawasan pasar sayur Bitingan terlihat masih ada sebagian pedagang yang berjualan di halaman pasar dan juga trotoar meski tak seramai biasanya. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News