Kunjungan timbal balik Kepala Negara Tiongkok-Korsel memiliki makna mendalam
Pada tanggal 5 Januari sore lalu di Beijing, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok.
Setelah berselang lebih dari dua bulan, kedua kepala negara kembali bertemu untuk melakukan pertukaran mendalam. Interaksi erat dalam waktu yang singkat ini telah memancarkan sinyal yang jelas kepada kedua negara, kawasan, dan masyarakat internasional.
Aksi Diplomatik untuk Memperkuat dan Meningkatkan Rasa Saling Percaya
Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Korsel pada dua bulan yang lalu telah mengonfirmasi kembali kemitraan strategis Tiongkok-Korsel, dan memperkokoh fondasi rasa saling percaya kedua pihak, sehingga hubungan kedua negara yang sempat mengalami kesulitan dan tantangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan momentum peningkatan dan perkembangan yang baik.
Dalam pertemuan di Beijing kali ini, Presiden Xi menggunakan kearifan Timur "menghargai keharmonian " dan "harmoni dalam keberagaman", untuk memberikan arahan bagi kedua negara, agar "terus meningkatkan rasa saling percaya" dan "selalu menyelesaikan perselisihan dengan baik melalui dialog dan konsultasi”, mendorong Tiongkok dan Korea Selatan "meningkatkan frekuensi pertemuan, mempererat hubungan, dan aktif berkomunikasi".
Sebagai “teman dan tetangga”, Tiongkok dan Korsel dengan teguh mempertahankan arah kerja sama yang bersahabat, berpegang pada prinsip saling menguntungkan dan menang bersama, serta mendorong pencapaian bersama secara berkelanjutan. Dengan demikian, kemitraan strategis kedua negara dapat terus berkembang maju.
Mendorong Desain Tingkat Tinggi Kerja Sama Pragmatis
Dalam pertemuan kali ini, Xi Jinping menekankan bahwa kedua pihak hendaknya "menciptakan lebih banyak hasil kerja sama di bidang-bidang yang baru berkembang seperti kecerdasan buatan (AI), industri hijau, dan ekonomi perak."
Lebih dari dua bulan lalu di Gyeongju, Tiongkok dan Korsel telah menandatangani lebih dari 10 dokumen kerja sama. Seusai pertemuan Beijing kali ini, kedua kepala negara bersama-sama menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama di bidang inovasi teknologi, lingkungan ekologis, transportasi, serta kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Ekonomi Tiongkok dan Korsel berhubungan erat, rantai industri dan rantai pasokan saling berintegrasi secara mendalam. Kerja sama pragmatis antara kedua negara kaya akan makna, penuh vitalitas, dan memiliki prospek yang luas. Tiongkok dan Korsel telah menerapkan kebijakan bebas visa timbal balik, untuk mendorong peningkatan interaksi dan saling pemahaman antarmasyarakat kedua negara, khususnya para pemuda.
Komunikasi dan Koordinasi yang Berfokus pada Situasi Internasional
Baru-baru ini, situasi dunia semakin kacau dan rumit. Sebagai negara penting yang berbobot dan berpengaruh di Asia bahkan dunia, Tiongkok dan Korsel memiliki kepentingan bersama yang luas dalam situasi yang berkembang pesat selama seratus tahun terakhir ini.
Berorientasi pada tata kelola global di masa depan, Xi Jinping menunjukkan bahwa "Tiongkok dan Korsel hendaknya bersama-sama menentang proteksionisme dan melaksanakan multilateralisme sejati", serta "memberikan kontribusi yang positif bagi perdamaian dan pembangunan kawasan bahkan dunia".
Dengan teguh berdiri di sisi sejarah yang tepat, dan membuat pilihan strategis yang tepat, Tiongkok dan Korsel memikul tanggung jawab yang penting dalam memelihara perdamaian regional dan mendorong pembangunan global.
"Pihak Tiongkok selalu menempatkan hubungan Tiongkok-Korsel pada posisi yang penting dalam kebijakan diplomasinya dengan negara-negara tetangga, dan kebijakan terhadap Korsel tetap berkelanjutan dan stabil," ucap Xi. Presiden Lee Jae-myung menyatakan kesediaannya untuk memanfaatkan peluang diplomasi kepala negara pertamanya di tahun baru ini, sebagai kesempatan untuk memperdalam kemitraan strategis antara Korea Selatan dan Tiongkok, serta bersama-sama merintis babak baru perkembangan hubungan kedua negara.
