11 Januari 1966: Aksi Tritura menguat, tekanan politik kian memuncak

Update: 2026-01-10 23:00 GMT

Aksi mahasiswa yang mengusung Tritura menggema di Jakarta pada Januari 1966, menjadi tekanan politik besar terhadap pemerintahan Presiden Soekarno. (Wikimedia Commons)

Elshinta Peduli

Aksi mahasiswa yang mengusung Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) semakin menguat di Jakarta pada 11 Januari 1966. Gerakan ini menjadi simbol tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Soekarno di tengah krisis ekonomi dan ketegangan politik pasca-peristiwa 1965.

Tritura berisi tiga tuntutan utama, yakni pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), pembersihan kabinet dari unsur-unsur yang terlibat G30S, serta penurunan harga kebutuhan pokok. Tuntutan tersebut disuarakan oleh berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda, terutama yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik strategis ibu kota, termasuk di sekitar gedung-gedung pemerintahan. Mahasiswa menilai pemerintah gagal mengatasi krisis ekonomi yang ditandai dengan inflasi tinggi dan kelangkaan barang kebutuhan pokok.

Menguatnya aksi Tritura pada pertengahan Januari 1966 menandai eskalasi tekanan politik terhadap Presiden Soekarno. Situasi keamanan dan politik nasional semakin tidak stabil, sementara peran militer, khususnya Angkatan Darat, kian dominan dalam menjaga ketertiban.

Rangkaian aksi Tritura kemudian menjadi bagian penting dari proses perubahan kekuasaan nasional. Tekanan politik yang terus meningkat akhirnya berujung pada terbitnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), yang membuka jalan bagi peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News