3 April 2000: Tragedi wafatnya Eri Irianto saat bela Persebaya

Update: 2026-04-02 23:00 GMT

Eri Irianto saat memperkuat Persebaya Surabaya. Ia dikenal sebagai gelandang dengan tendangan keras dan menjadi andalan tim pada akhir 1990-an. (Foto: https://tinyurl.com/mr44zvf3)

Indomie

Pada 3 April 2000, dunia sepak bola Indonesia berduka setelah pemain Eri Irianto meninggal dunia usai mengalami insiden benturan saat pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November.

Insiden bermula ketika Eri Irianto terlibat benturan dengan pemain lawan saat pertandingan berlangsung. Setelah benturan tersebut, gelandang Persebaya itu terlihat kesakitan dan kemudian terjatuh di lapangan. Tim medis segera memberikan pertolongan dan membawanya keluar lapangan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Eri kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, kondisinya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama.

Kabar wafatnya pemain yang saat itu berusia 25 tahun tersebut mengejutkan para pemain, ofisial tim, serta suporter yang mengikuti jalannya pertandingan. Suasana duka menyelimuti dunia sepak bola nasional, khususnya bagi Persebaya Surabaya, klub yang telah lama dibelanya.

Eri Irianto dikenal sebagai salah satu gelandang penting Persebaya pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Kepergiannya pada 3 April 2000 menjadi salah satu tragedi yang paling dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia serta menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan penanganan medis dalam setiap pertandingan olahraga.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News