Hadapi Pemilu Serentak 2024, Pemkot Yogya gelar 'Sekolah Demokrasi'
Pemilu serentak 2024 merupakan Pemilu yang pertama yang digelar secara bersama-sama. Sehingga membutuhkan konsep agar berjalan demokratis.
Elshinta.com - Pemilu serentak 2024 merupakan Pemilu yang pertama yang digelar secara bersama-sama. Sehingga membutuhkan konsep agar berjalan demokratis.
Untuk menyiapkan Pemilu serentak 2024 tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik akan menggelar Sekolah Demokrasi Cerdas Yogyakarta. Sekolah Demokrasi ini menyasar para pemuda pemudi di Kota Yogyakarta untuk mendukung demokrasi dan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Kami pilih Sekolah Demokrasi ini untuk mempersiapkan secara dini berkaitan dengan Pemilu serentak di 2024,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, Budi Santosa di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (12/10).
Alumni dari Sekolah Demokrasi diharapkan mampu menjadi pembuka jalan atau kalau di media sosial menjadi influencer yang bisa mengarahkan untuk menuju demokrasi yang sesuai aturan. Pemilu 2024 adalah pemilu serentak pertama sehingga perlu sebuah konsep dan peta jalan terkait demokrasi ke depan.
"Kita berharap Pemilu dapat berjalan secara demokratis dan dalam pelaksanaannya masyarakat tidak perlu khawatir dan ketakutan. Selama ini masih ditemui persoalan terkait pemaknaan demokrasi yang tidak sesuai asas seperti provokatif, unsur ujaran kebencian dan berita hoaks. Oleh sebab itu diadakan Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas," ujarnya.
Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas diadakan pada 12-13 Oktober 2021 di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta. Ada sekitar 20 orang pemuda pemudi usia 20-40 tahun penduduk Kota Yogyakarta dari Karang Taruna dan Organisasi Masyarakat yang akan mengikuti Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas. Materi yang diberikan dalam Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas di antaranya tentang demokrasi, kepemimpinan, kearifan lokal, literasi digital, problematika pemilu dan Ansos atau Anti sosial, revolusi serta aksi.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta Tri Agus Inharto urgensi pendidikan politik di Kota Yogyakarta melalui Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas. Terutama untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024 yang diadakan serempak sehingga bukan perkara mudah apabila tidak mempersiapkan sejak dini.
“Ini memang berangkat dari urgensitas. Sangat penting. Belum lagi kalau melihat peraturan pemilu dan Pilkada dasarnya sudah beda. Kami sangat berharap melalui Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas, Karang Taruna bersama Kesbang dan Bawaslu bisa menjadi influencer dan berani beraksi untuk menyuarakan demokrasi yang menyenangkan, nyaman dan Pancasilais di Yogyakarta,” jelasnya.