Lima mahasiswa FTP UB Malang ciptakan aplikasi marketplace
Lima orang mahasiswa Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan aplikasi berbasis tehnologi.
Elshinta.com - Lima orang mahasiswa Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan aplikasi berbasis tehnologi. Kelima orang ini masing-masing Mochammad Rofiul Qorni; Rosevia Galuh Faradila:Rosdy Yanty; Rian Setia Budi dan
Khalif Zulfi Haidar.
“Aplikasi yang kita buat ini dinamakan Aplikasi Agritechno Business Center (ABC),” kata Mochammad Rofiul Qorni, juru bicara tim kepada Kontributor Elshinta, El Aris, Senin (25/10) di Fakultas Tehnologi Pertanian (FTP) UB, Senin (25/10).
Dijelaskan, Mochammad Rofiul Arini aplikasi ini merupakan marketplace yang berisi produk dari teman-teman yang sudah siap jual serta wadah inkubasi sebelum dijual di marketplace yang lebih besar.
“Sasaran kita sementara di Malang dulu utamanya di beberapa universitas,” ujarnya .
Diakui aplikasi ABC e-Mart ini masih perlu ada penyempurnaan apalagi dengan adanya beberapa versi mulai versi 1 hingga 4 dimana mulai dari mengenalkan produk hingga kerja sama dengan bagian keuangan seperti dunia perbankan.
“Aplikasi ini dapat di download di playstore,” singkatnya.
Sementara itu Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan Fakultas Tehnik Pertanian, Yusuf Hendrawan, STP. M. App. Life. Sc. Ph.D menjelaskan aplikasi ini merupakan salah satu bentuk ilmu terapan dimana mahasiswa bisa menghasilkan produk yang bisa dijual.
“Salah satunya ada workplace dimana mahasiswa mengelola marketplace sebagai salah satu bentuk merdeka belajar,” ujarnya.
Dan FTP mengapresiasi bahkan mendorong upaya mahasiswa yang mengelola MarketPlace seperti aplikasi ABC e-Mart.
“Ini sejalan dengan merdeka belajar yang berbasis digital marketing yang berbasis mahasiswa dimana sampai saat ini belum ada produk-produk mahasiswa yang diwadahi. Tentu saja fakultas tidak akan berdiam diri namun juga memberikan dana stimulan hingga menghasilkan produk dengan menggunakan marketplace buatan mahasiswa Indonesia,” jelasnya.